Berita

ppp/net

Arus Pembaharuan Partai Kabah Pun Terhenti...

SENIN, 12 MEI 2014 | 08:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rapat Pimpinan Nasional Partai Persatuan Pembangunan (Rapimnas PPP) seperti berakhir dengan anti-klimkas. PPP memutuskan untuk mendukung pencalonan Prabowo Subianto dan memastikan tidak akan merapat ke kubu PDI Perjuangan.

Dengan demikian, kata pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, Prabowo telah mengumpulkan 18 persen suara dengan bergabungnya PPP ke dalam Gerindra. Gerindra tinggal memastikan berkoalisinya dengan PAN untuk menggenapi kumulatif persentase suara nasional sehingga bisa mendaftarkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa sebagai pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Ari, yang juga pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip), keputusan PPP untuk merapat ke Gerindra merupakan hasil Rapimnas yang harus dihormati semua kalangan. Jika internal PPP sudah memutuskan sebagai langkah terbaik, tentunya kader-kader PPP harus mendukung keputusan untuk memperjuangkan mantan Pangkostrad yang diberhentikan oleh Presiden BJ Habibie itu sebagai capres mendatang.


"Namun, dengan mendukung Prabowo maka arus pembaharuan di PPP menjadi terhenti karena kubu Emron Pangkapi-Romahurmuzy dan Suharso Monoarfa menjadi tersisih. Dukungan kepada Prabowo juga mengingkari hasil rapimnas PPP sebelum pemilu yakni mendukung pencalonan Jusuf Kalla, Joko Widodo, atau Mahfud MD sebagai capres PPP," demikian Ari Juanedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya