Berita

joko widodo/net

Jokowi Harus Fokus pada Agenda Kesejahteraan Rakyat

SENIN, 12 MEI 2014 | 07:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menghadapi Pilpres 2014 ini, tercium ada upaya sistematis yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengharapkan kebangkitan kekuatan Orde Baru. Masyarakat diajak rindu terhadap Orde Baru, atau kerinduan terhadap kejayaan Indonesia, tetapi melupakan sisi kelam otoritarianisme-nya.

"Untuk itu, Almisbat mengusulkan kepada Jokowi untuk fokus pada dua agenda kesejahteraan rakyat jika dipercaya memimpin Indonesia ke depan," kata Sekjen Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Hendrik Sirait, dalam pernyataan Sikap Politik Almisbat, Minggu malam (11/5).

Sikap politik tersebut merupakan perasan dari hasil Temu Raya Nasional Almisbat yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Sementara kedua fokus agenda tersebut adalah, pertama, mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah membangun direktorat jendral baru di Kementerian Tenaga Kerja yang mengurusi masalah pengangguran.


"Direktorat ini yang akan bertugas untuk menciptakan lapangan kerja. Karena, adalah hak bagi semua  angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan itu merupakan tugas negara yang dijamin dalam konstitusi Republik Indonesia, memberikan jaminan pekerjaan yang layak terhadap warga negaranya," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, Indonesia sebagai negara agaris harus berdaulat di bidang pangan. Sumber kemiskinan menurut data statistik itu ada di wilayah pedesaan, yang khususnya menimpa petani di lahan kering. Mereka masuk ke lembah kemiskinan karena tidak memiliki akses terhadap lahan, dan abainya pemerintah dalam mengupayakan  peningkatan produktivitas petani lahan kering, lahan pertanian yang tak memiliki sistem irigasi.

Koordinator Kampanye Almisbat Indra P Simatupang menambahkan, apabila jumlah lahan pertanian kering yang luasnya mencapai 5,7 juta hektar ini ditingkatkan produktivitasnya, dari yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan 3 -3,5 ton gabah/per hektar menjadi 4-5,5 ton per hektar, maka dapat dipastikan Indonesia tidak  perlu lagi mengimpor beras dari vietnam. Di saat yang sama, program pemberdayaan serta subsidi bagi petani miskin mutlak dilakukan.

"Pemerintahan Jokowi harus mampu menyediakan ketersediaan bibit dan pupuk untuk para petani miskin. Dengan peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani akan terwujud," tegas Indra, sambil mengatakan dua program pokok ini menjadi syarat utama yang perlu dilakukan pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Dan kami meyakini Jokowi mendengar dan merasakan jerit penderitaan petani miskin dan para penganggur," demikian Indra. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya