Berita

Indonesia Rumah Rakyat Dibentuk karena Ikatan Ideologis dengan Jokowi

MINGGU, 11 MEI 2014 | 14:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Relawan pendukung capres PDI Perjuangan terus bermunculan dengan ragam latarbelakang sosial atau basis kelompok masyarakat. Di antara relawan itu adalah Indonesia Rumah Rakyat (IRR).

Menariknya, IRR bukan saja dibentuk untuk kepentingan Pilpres dan bubar bila Pilpres sudah usai, melainkan akan terus berjuang bersama dengan Jokowi, bila ia terpilih menjadi presiden, untuk mengembalikan Indonesia sebagai rumah rakyat. Ikatan dalam pembentukan IRR pun bukan berdasar pada ikatan pragmatis transaksional materi atau jabatan politik bagi seseorang atau kelompok tertentu.

"Yang terus dikomunikasikan dengan Jokowi adalah ikatan ideologis untuk perjuangan Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata Deklarator IRR, Rieke Diah Pitaloka, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 11/5).

IRR, lanjut Rieke, akan terus ada sebagai wadah untuk menampung dan memberi solusi bagi persoalan rakyat yang diperjuangkan bersama legislatif maupun eksekutif. IRR pun berfungsi sebagai rumah aspirasi rakyat yang terutama bergerak dalam empat bidang; bidang Advokasi, dengan menangani langsung masalah kesehatan dan ketenagakerjaan, serta mencari solusi dari masalah yang dihadapi buruh sektor swasta, BUMN, maupun TKI; bidang pendidikan dan pelatihan; bidang pemberdayaan ekonomi kerayatan, terutama membangun koperasi-koperasi Rakyat; dan bidang Kebudayaan.

Dalam deklarsi IRR yang digelar di Bekasi pada Sabtu kemarin (10/5), hadir 700 orang dari berbagai elemen masyarakat yang siap menjadi relawan Jokowi dari mulai penggalangan hingga menjaga TPS dan penghitungan suara. Kelompok masyarakat yang mendeklarasikan IRR terdiri dari perwakilan pedagang kecil, buruh swasta dan BUMN, TKI dan keluarganya, perwakilan petani seperti Serikat Petani Indonesia yang dipimpin Henri Saragih. perwakilan buruh seperti Jaya Santosa yang merupakan Presiden ASPEK Indonesia dan Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Pos Indonesia, perwakilan guru honorer, perwakilan pekerja limbah industri, Komunitas Orang Indonesia (Oi),pekerja seni tradisi, serta tenaga kesehatan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya