Berita

ilustrasi

Dunia

Pertemuan Informal di Jenewa Bahas Robot Pembunuh

SABTU, 10 MEI 2014 | 15:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Robot pembunuh akan menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan informal yang akan digelar di markas PBB di Jenewa pada tanggal 13 hingga 16 Mei mendatang.

Pertemuan yang akan menghadirkan para pakar robot itu merupakan bagian dari Konvensi PBB untuk untuk membahas senjata konvensional atau Certain Conventional Weapons (CCW). Laporan diskusi itu sendiri akan dipresentasikan dalam pertemuan CCW pada November mendatang.

Dalam pertemuan akan dihadirkan dua pakar robot utama yakni Prof Ronald Arkin dan Prof Noel Sharkey yang akan membahas efisiensi dan urgensi dari robot pembunuh. Keduanya merupakan pihak yang bertolak belakang terkait rancangan robot pembunuh.


Robot pembunuh adalah senjata otonom yang dapat memilih targetnya sendiri tanpa campur tangan manusia. Robot pembunuh sendiri masih berupa rancangan dan belum dibuat.

Rancangan robot pembunuh sendiri masih menjadi kontroversi dan perdebatan.

Prof Arkin yang gencar menyuarakan dukungan berdalih bahwa robot pembunuh dapat mengurangi secara signifikan korban non-kombatan karena dapat mendeteksi siapa yang harus dibunuh.

Sementara itu, pihak yang kontra menyebut bahwa robot pembunuh dapat melanggar hukum internasional serta nilai-nilai kemanusiaan.

"Sistem senjata otonom tidak dapat menjamin sejalan dengan hukum internasional," kata Prof Sharkey yang merupakan ketua Iternational Committee for Robot Arms Control.

"Bangsa-bangsa tidak membicarakan hal ini yang menimbulkan resiko bagi kemanusiaan," lanjutnya seperti dilansir BBC. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya