Berita

boediono/net

CENTURYGATE

Inilah Lima Pertanyaan untuk Boediono yang Tak Boleh Dilewatkan Jaksa

JUMAT, 09 MEI 2014 | 09:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada beberapa pointer yang harus ditanyakan jaksa penuntut umum (JPU) kepada mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono, yang menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk terdakwa Budi Mulya, Jumat hari ini (9/5).

Pertama, kata inisator Hak Angket Century, M. Misbakhun, mengkonfirmasikan kepada Boediono soal perubahan data oleh Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede perihal permintaan dana dari Rp 1,7 rriliun menjadi 632 milyar. Sebab salah satu direktur BI, Heru Kristiyana, dalam keterangannya mengatakan bahwa Boediono tahu perihal perubahan tersebut.

Pertanyaan kedua yang harus ditanyakan jaksa, lanjut Misbakhun, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 9/5), adalah perihal rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Century yang dipakai dasar acuan oleh BI untuk mengucurkan Fasiltas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).


Pertanyaan ketiga, lanjut Misbakhun, apa dasar pemikiran BI saat mengubah Peraturan Bank Indonesia No: 26/10/PBI 31 Oktober 2008 tentang FPJP menjadi PBI Nomor 30/10/PBI 14 November 2008 dan persyaratan CAR diturunkan menjadi hanya positif saja. Lalu pertanyaan keempat, apakah Boediono tahu bahwa pengucuran uang FPJP lebih dulu keluar sebelum akte notarisnya ditandatangani.

"Pertanyaan kelima, terkait isi rapat tertutup KSSK tanggal 21 November 2008 di kantor Menteri Keuangan yang dihadiri Sri Mulyani selaku ketua KSSK, Beoediono anggota KSSK, dan Rader Pardede sekretaris KSSK serta legal konsul. Harus dibuka apa isi rapat tersebut dan apa pendapat hukum legal konsul dalam rapat tersebut," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya