Berita

tb hasanuddin/net

Jenderal TB Hasanuddin: Kivlan Zen Naif, Megawati Justru Jadi Target Penculikan

JUMAT, 09 MEI 2014 | 08:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jelas sekali pernyataan mantan Kepala Staf Komando Strategis TNI Angkatan Darat, Mayjend (Purn) Kivlan Zen yang menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terlibat dalam aksi kerusuhan dan penculikan pada 1998 sangat mengada-ada dan sangat naif.

"Sangat mengada-ada kalau saudara Kivlan Zen mengtakan bahwa Ibu Mega terlibat dalam penculikan," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 9/5).

TB Hasanuddin mengingatkan, penculikan terhadap sejumlah orang dan aktivis itu terjadi pada 1998. Tahun 1998 merupakan puncak pergerakan dan perlawanan secara nasional atas rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.


Menghadapi gerakan perlawanan dari massa itu, ungkap TB Hasanuddin, aparat Orde Baru berusaha meredam gerakan perlawanan. Apalagi gerakan perlawanan itu terus menyuarakan untuk menjatuhkan Soeharto.

Saat itu, lanjut TB Hasanuddin, Megawati berada di pihak yang berlawanan dengan rezim Soeharto. Maka jelas naif bila Kivlan menyebutkan Megawati bagian dari pelaku penculikan tersebut

"Justru Ibu Mega menjadi salah satu terget yang harus diculik dan dihabisi," tegas TB Hasanuddin, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR.

"Sekali lagi, saya kira pernyataan saudara Kivlan sangat naif," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya