Berita

Jangan Tunggu Kebakaran Dulu untuk Revitalisasi Pasar!

KAMIS, 08 MEI 2014 | 19:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PD Pasar Jaya harus segera merevitalisasi sejumlah pasar yang kondisinya telah rusak parah. PD Pasar Jaya juga diminta tidak mengulangi kejadian pasar Blok III Senen yang baru direnovasi setelah mengalami kebakaran.

"Jangan tunggu semua pasar terbakar baru PD Pasar Jaya sibuk merencanakan pembangunan. Itu bukti PD Pasar Jaya tidak punya visi misi membangun pasar," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, di Jakarta (Kamis, 9/6).

Prasetyo mencontohkan kondisi pasar blok VI Pasar Senen yang saat ini sudah sangat memprihatinkan. Infrastuktur pasar itu saat ini sudah ditopang dengan besi paska kebakaran beberapa waktu lalu. Pemandangan blok VI juga sudah terlihat kumuh dan tidak teratur. Kabel listrik tidak terawat dan rawan menyebabkan arus pendek.

"Jangan nanti kebakaran terjadi lagi, atau yang paling buruk, pasar di blok itu ambruk dan makan korban. Nanti  Pasar Jaya disalahkan, tidak mau, pokoknya kami (DPRD) sudah mengingatkan," ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, sambil mengatakan perintah revitalisasi pasar sebenarnya sudah disampaikan gubernur DKI Jakarta saat blusukan ke sejumlah pasar sehingga seharusnya PD Pasar Jaya  merespon perintah tersebut dan langsung mengimplementasikan pembangunan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat Ahmad Hussein Alydrus mengungkapkan hal yang senada. Menurutnya, ada tiga faktor yang membuat pasar kalah dengan supermarket, yaitu kumuh, kotor dan infrastrukturnya sudah tidak layak. Tiga faktor itu menjadi penyebab semakin berkurangnnya konsumen datang ke pasar.

"Apalagi pasar yang sudah terbakar, tapi belum direvitalisasi. Konsumen was was masuk kedalam, takutnya ambruk mendadak," tegasnya, sambil menagaskan PD Pasar Jaya harus lebih maju ke depan dalam merealisasikan visi misi Gubernur DKI Jakarta membangun pasar modern. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya