Berita

Presiden Baru Nanti Ditantang Tuntaskan Skandal BLBI

KAMIS, 08 MEI 2014 | 19:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara ribuan triliun rupiah harus bisa dituntaskan oleh pemerintahan dan presiden yang baru. Penuntasan kasus itu selain akan memungkinkan aset Indonesia kembali juga bisa mengekstradisi buronan BLBI yang diduga banyak berdomisili di Singapura.

"Presiden baru yang terpilih nanti diharapkan mampu menuntaskan kasus-kasus lama, seperti BLBI," kata Dosen Ilmu Politik dari Universitas Nasional, Firdaus Syam, di sela-sela diskusi bertajuk "Dilema Capres Jelang Pilpres" di Jakarta (Kamis, 8/5/).

Firdaus juga mengingatkan agar Capres yang saat ini bertarung agar fokus pada apa yang ingin dilakukan, dan tidak terjebak untuk menanggapi isu-isu yang menyerang belaka. Di saat yang sama capres harus lebih mengedepankan program apa yang akan diperbuat jika terpilih sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa program yang diusung realistis untuk dicapai.

"Apalagi masyarakat sekarang semakin cerdas," katanya. 

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha, mengamini bahwa persoalan ekstradisi menjadi tantangan tersendiri bagi Presiden mendatang. Sebab perjanjian yang sudah ditandatangani pemerintah Indonesia dengan Singapura sejak 2007 lalu itu hingga saat belum bisa diterapkan. 

DPR menolak isi perjanjian ekstradisi lantaran dianggap merugikan Indonesia. Singapura menggabungkan ketentuan ekstradisi  dalam kerja sama pertahanan bagi kedua negara. 

"Kita meminta agar perjanjian itu tanpa syarat, termasuk syarat latihan perang di perairan laut di Indonesia. Sebab jika itu disepakti akan melanggar kedaulatan Indonesia. Kita jadi sulit memprediksi ancaman Singapura. Apalagi negara kita ini, negara kepulauan," demikian Syaifullah. [ysa]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya