Berita

net

Dunia

Malala Yousafzai: Boko Haram Tak Pahami Nilai-nilai Islam

KAMIS, 08 MEI 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dunia internasional tidak seharusnya diam melihat peristiwa penculikan ratusan gadis belasan tahun di sekolah di Nigeria yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Boko Haram.

Hal itu diserukan oleh gadis yang belakangan muncul menjadi simbol pejuang pendidikan Pakistan, Malala Yousafzai kepada BBC (Rabu, 7/5).

"Bila kita tetap diam maka hal ini akan menyebar, ini akan terjadi lebih dan lebih," kata Malala.


Malala menyebut para gadis yang diculik tersebut sebagai saudara atau sister yang berada di dalam penjara.

Gadis 16 tahun tersebut menjelaskan bahwa cara satu-satunya untuk menghentikan kejadian serupa terulang kembali ke depannya adalah dengan bicara.

Ia menggambarkan kelompok Boko Haram sebagai kelompok ekstrimis yang tidak memahami bahwa Islam menyerukan pada umatnya untuk bertanggungjawab atas pendidikan dirinya sendiri, bertoleransi dan bersikap baik dengan lainnya.

Pernyataan Malala tersebut merupakan tanggapan atas perkembangan terbaru kasus penculikan lebih dari 200 gadis di Nigeria. Pada Senin (5/5) pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau muncul dalam sebuah tayangan video.

Ia menyebut bahwa pihaknya bertanggungjawab atas penculikan tersebut. Para gadis tersebut diculik untuk dijual. Shekau menyebut bahwa para gadis tersebut tidak seharusnya sekolah, karena mereka menilai pendidikan adalah bentukan barat dan merupakan sebuah dosa. Sehingga mereka seharusnya menikah, bukan belajar.

Peristiwa tersebut menyedot perhatian dunia internasional, pasalnya pemerintah Nigeria belum juga berhasil menemukan di mana keberadaan para gadis tersebut.

Amerika Serikat bahkan ikut turun tangan dengan mengrimkan tim ahli untuk membantu pencarian dan mengembalikan para gadis ke rumahnya masing-masing. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya