Berita

ilustrasi/net

Jangan Sampai Presiden Mendatang Lahir dari Proses Demokrasi yang Amburadul

KAMIS, 08 MEI 2014 | 08:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Proses demokrasi Indonesia sedang mengahadapi tantangan berat, setelah pemilihan legislatif pada 9 April lalu menjadi pemilu terburuk sepanjang sejarah bangsa.

"Ini ancaman serius bagi produk politik yang dihasilkan, termasuk kualitas lembaga legislatif yang terancam semakin bobrok," kata Koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 8/5).

Dengan proses rekapitulasi suara nasional KPU yang terancam melewati tenggat waktu 9 Mei, ungkap Budi, maka ancaman terhadap Pilpers 2014 jelas di depan mata. Persoalan serius terhadap perjalanan masa depan demokrasi menghadapi saat-saat yang genting.


Proses Pilpers 2014 ini, lanjut Budi, tentu saja harus disikapi serius dengan berbagai pembenahan. Pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik dan seluruh elemen masyarakat diharapkan bahu membahu mengatasi persoalan ini.

"Jangan sampai perubahan kepemimpinan nasional, dihasilkan dari sebuah proses yang amburadul," pungkas mantan Aktivis UI 98 ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya