Berita

bbc

Dunia

Bantu Pencarian Ratusan Gadis, AS Kirim Tim Ahli ke Nigeria

RABU, 07 MEI 2014 | 12:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat kirim tim ahli ke Nigeria untuk membantu pencarian lebih dari 200 gadis yang diculik pertengahan bulan lalu oleh kelompok militan Islam yang berafiliasi dengan jaringan al-Qaeda yakni Boko Haram.

"Kami telah mengirimkan tim ke Nigeria. Kombinasi dari militer penegak hukum, dan lembaga lainnya yang terkait, mencoba mengidentifikasi fakta mengenai di mana gadis-gadis tersebut kemungkinan berada," kata Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Selasa (6/5).

Obama menyebut bahwa peculikan tersebut merupakan kejadian yang menyedihkan dan keterlaluan. Ia juga menyebut Boko Haram sebagai organisasi teroris terburuk.


Pengiriman tim ahli tersebut, lanjut Obama, dilakukan sesuai desakan internasional agar Amerika Serikat memberikan bantuan kepada pemerintah Nigeria untuk menangani kasus tersebut.

"Ini bisa menjadi hal yang membantu memobilisasi seluruh masyarakat internasional untuk akhirnya melakukan sesuatu terhadap organisasi yang melakukan kejahatan mengerikan seperti itu," ucapnya seperti dilansir BBC.

Obama juga berharap bahwa kejadian tersebut dapat menarik simpati masyarakat internasional untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk melawan Boko Haram.

Diketahui sebelumnya lebih dari 200 gadis belasan tahun diculik di sebuah desa di Nigeria oleh kelompok bersenjata pada pertengahan April lalu.

Pasca penculikan, tidak diketahui dengan pasti di mana keberadaan serta bagaimana nasib para gadis belia tersebut.

Hingga Senin (5/5), pemimpin kelompok Boko Haram Abubakar Shekau muncul dalam tayangan video. Ia mengaku bertanggungjawab atas penculikan tersebut.

Tanpa menyebutkan di mana keberadaan para gadis tersebut, Shekau menjelaskan bahwa ia akan menjual para gadis. Menurutnya, para gadis tersebut seharusnya menikah dan bukan mengenyam pendidikan ala barat yang mereka sebut sebagai dosa. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya