Berita

arb-prabowo/net

Pasangan Prabowo-ARB Ibarat Kartu Mati dan Makin Sulit Lari dari Persepsi Negatif

SELASA, 06 MEI 2014 | 15:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Duet Prabowo Subianto-Aburizal Bakrie bukan sebuah berkah melainkan bencana bagi Gerindra dan Golkar. Pasangan ini seperti kartu mati, dan sulit menghindar dari persepsi negatif publik yang berkembang selama ini.

"Memang pasangan Prabowo-ARB berpotensi menjadi anti-klimaks apabila tidak bisa menanggulangi beberapa persepsi negatif yang muncul," kata pengamat Politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, saat dihubungi wartawan di Jakarta (Selasa, 6/5).

Menurut Yunarto, Prabowo-ARB sama-sama tokoh Orde Baru yang sulit diterima publik. Di samping itu keduanya bukanlah kombinasi sosok yang sama-sama diidolakan oleh rakyat. Justru bila keduanya jadi berduet maka menjadi keuntungan tersendiri bagi Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi).


"Diantaranya adalah representasi masa lalu dan kombinasi pasangan tua yang secara tidak langsung akan menempatkan posisi Jokowi sebagai tokoh alternatif dan anti kemapanan.  Di sisi lain keduanya memiliki beban masa lalu di level persepsi berkaitan dengan isu penculikan dan lumpur Lapindo, yang ketika kemudian terakumulasi, buat sebagian segmen pemilih akan jadi kelemahan yang sulit untuk ditolerir," jelas Yunarto.

Sebaliknya, dia mengakui bila Prabowo-Ical bisa memobilisir massa yang cukup signifikan mengingat hasil pemilu legislatif 9 April 2014. Apalagi kekuatan  finansial dari kedua partai tersebut cukup besar.

"Dan harus diakui demokrasi kita belum sepenuhnya dilandasi pada aspek partisipasi semata, akan tetapi juga aspek mobilisasi yang akan ditentukan oleh seberapa kuat partai dan timses memiliki kesiapan untuk bisa bertarung di lapangan," kata dia.

Di saat yang sama, Yunarto juga mengingatkan, bila kubu Jokowi tak melakukan perubahan dalam strategi kampanye dalam Pilpres nanti maka tidak menutup kemungkinan akan disalib oleh duet Prabowo-Ical.

"Jadi kalau PDIP dan Jokowi tidak bisa kemudian mengubah pola kampanye seperti apa yang terjadi di pileg, bukan tidak mungkin arah angin malah akan berbelok kepada pasangan ini," demikian Yunarto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya