Berita

arb-prabowo/net

Kemesraan Gerindra-Golkar Bikin PAN dan PKS Sakit Hati

SELASA, 06 MEI 2014 | 11:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertemuan demi pertemuan yang digelar calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Golkar Abrizal Bakrie, kian merekatkan rencana koalisi permanen antara Golkar dan Gerindra. Jumlah raihan suara antara Golkar dan Gerindra sudah cukup mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden sendiri. Diyakini, Prabowo tetap diposisikan nomor satu Aburizal bersedia turun pangkat menjadi wakil presiden.

Sebelum dengan Golkar, Gerindra juga tampak bersusah payah membangun rancang koalisi dengan PPP, PKS dan PAN. Bahkan sejumlah kader PAN sempat mendeklarasikan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa, dan PKS sempat menyodorkan nama Anis Matta, Ahmad Heryawan atau Hidayat Nur Wahid sebagai bakal cawapres untuk mantan Pangkostrad itu.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi memperkirakan pasca terjalinnya koalisi antara Gerindra dengan Golkar akan terjadi turbulensi politik baru. PAN  yang sejak awal sudah bertekad menyodorkan Hatta Rajasa atau salah satu pemenang Pemilihan Raya (Pemira) PKS tentu harus bersiap kecewa dan sakit hati lantaran Ical pasti mengincar posisi calon RI-2. Dan saat ini, kemesraan Gerindra-Golkar tentu bikin PAN dan PKS sakit hati


"Golkar dengan raihan suara di pemilu legeslatif yang relatif lebih besar daripada PAN dan PKS tentu punya nilai jual yang lebih seksi. Gerindra tidak perlu ngos-ngosan mencari kekurangan suara. Kalau PPP kan tidak meminta maksimal sehingga tidak neko-neko meminta posisi cawapres sehingga dengan tawaran jabatan menteri pun pasti mau," kata Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 6/5).

Menurut pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, masuknya Ical bahkan bersedia menjadi cawapres walau target semula menjadi capres, tentu akan memporak-porandakan rancang bangun koalisi PAN dan PKS dengan Gerindra. Ari pun yakin pembentukkan poros Cikeas akan semakin cepat terbentuk untuk mengakomodasi PAN dan PKS serta memaksimalkan raihan suara Demokrat.

"Hanya saja, PKS atau PAN harus  siap dengan tidak mengincar posisi cawapres agar calon yang diajukan koalisi Cikeas bisa menandingi poros Jokowi dan Prabowo. Andai saja pemenang konvensi Demokrat adalah Dahlan Iskan atau Anies Baswedan dan PAN mau mengalah untuk Hidayat Nur Wahid maka pasangan ini menjadi ancaman yang potensial bagi Prabowo-Ical atau Jokowi-JK misalnya," ucap Ari Junaedi.

Oleh karena itu, dalam pandangan dosen S2 Komunikasi Politik di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Persada Indonesia (UPI YAI) Jakarta ini, perlu kelegowoan dari elit-elit parpol untuk mengalah demi kemenangan.

"Ical saja mau melepaskan boarding pass-nya pencapresan masak Pramono Edhi Wibowo atau Hatta Rajasa tetap ngotot maju walau peluangnya tipis. Untuk menghadapi kedigjayaan Jokowi dan Prabowo, kiranya perlu pilihan alternatif baru," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya