Berita

prabowo subianto/net

Jelas, Prabowo Sulit Menang Dipasangkan dengan Siapapun

SELASA, 06 MEI 2014 | 11:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Prabowo harus mencari cawapres yang benar-benar tepat. Sebab, berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Prabowo cenderung kalah dipasangkan dengan nama-nama yang sudah beredar. Di saat yang sama, dipasangkan dengan siapapun, Jokowi akan menang.

Menurut Direktur Pollcomm Institute, Heri Budianto, temuan SMRC ini cukup unik dan menarik. Sebab tercermin dari survei ini, angka elektoral Prabowo cukup baik dan tinggi bila dipandang secara personal. Namun begitu Prabowo dipasangkan dengan cawapres, maka justru suaranya malah turun.

Dalam survei SMRC yang dirilis Minggu lalu (4/5), elektabilitas Joko Widodo mencapai 47,1 persen; Prabowo Subianto 32,1 persen; Aburizal Bakrie 9,2 persen; dan 11,5 persen responden menyatakan tidak tahu. Suara Prabowo yang cukup siginifikan ini malah menurun bila dipasangkan, misalnya dengan Hatta Rajasa, yang menjadi 27,4 persen.


Masih dalam simulasi SMRC dengan menyebutkan dua pasangan capres yang terdiri dari Jokowi dan Prabowo, maka ditemukan juga angka menarik. Dukungan pada Jokowi secara personal mencapai 51,6 persen, sementara dukungan pada Prabowo secara personal mencapai 35,7 persen. Nah, bila dipsangkan dengan Mahfud MD, dukungan untuk pasangan Jokowi-Mahfud menjadi 52 persen, sementara Prabowo-Ahmad Heryawan harus puas dengan angka 32,8 persen, atau turun sekitar 2,9 persen.

Bila Jokowi dipasangkan dengan Jusuf Kalla, suaranya naik menjadi ke 52,4 persen, sementara bila Prabowo dipasangkan dengan JK suaranya turun menjadi 32,4 persen. Bila Jokowi dipasangkan dengan Dahlan Iskan, maka suara Jokowi naik menjadi 52 persen, sementara suara Prabowo-Dahlan Iskan turun menjadi 32,8 persen.

"Simulasi demikian sangat rentan di dalam satu sisi karena peta politik bisa berubah. Tapi data itu jelas menunjukkan Jokowi dipasangkan ke siapapun pasti menang," tegas Heri saat dimintai tanggapan beberapa saat lalu (Selasa, 6/5).

Heri Budianto pun  memprediksi bahwa apabila pasangan capres-cawapres hanya berjumlah tiga saja, kemungkinan besar Jokowi akan menang pilpres dengan satu putaran saja.

"Kalau kondisi sekarang, Jokowi dengan pasangan siapapun, itu pasti menang."

Walau demikian, Heri mengatakan bahwa masih ada waktu bagi masing-masing bakal capres untuk memilih bakal cawapres yang pas. Dia juga menyatakan masih ada waktu juga bagi para kontestan itu untuk meningkatkan elektabilitas mereka.

Bagi Heri, para bakal capres harus mulai mau bicara soal masalah yang dihadapi masyarakat dan menyampaikan solusi. Misalnya terkait isu sodomi dan predator seksual yang belakangan ini menarik perhatian masyarakat.

"Dengan situasi predator seksual itu, orang sudah muak dan ingin ada yang bisa menyelesaikan masalah itu. Kalau Prabowo peka, dia bisa memainkan isu itu. Begitu juga dengan Jokowi," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya