Berita

net

Dunia

#BringBackOurGirls Tuntut Pengembalian Ratusan Gadis Nigeria

SELASA, 06 MEI 2014 | 11:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penculikan Ratusan gadis dari sebuah sekolah di utara Nigeria pertengahan April lalu memicu simpati dan protes dari berbagai kalangan di dunia.

Protes tersebut muncul bukan hanya karena aksi penculikan, namun juga karena ketidakmampuan pemerintah Nigeria mengontrol keamanan dalam negeri. Pasalnya nasib ratusan gadis belia tersebut masih belum diketahui dengan pasti dan belum berhasil ditemukan di mana keberadannya saat ini.

Salah satu bentuk protes tersebut muncul di media sosial. Masyarakat dan lembaga internasional mengecam dan menuntut upaya lebih dari semua pihak terkait agar dapat mengembalikan para gadis tersebut ke keluarganya masing-masing. Kecaman dan protes tersebut kerap melampirkan hastag #BringBackOurGirls.


"Penculikan anak-anak kita oleh Boko Haram merupakan tindakan kriminal rendah. Amerika Serikat akan mendukung Nigeria untuk #BringBackOurGirls dan menuntut pertanggungjawaban pelaku," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dalam akun twitternya @JohnKerry (Selasa, 6/5).

"Mereka telah mematahkan hati kita, mereka tidak akan mematahkan kita #BringBackOurGirls. Jika anda dapat berbicara, berikan mereka suara. Jika anda dapat bertindak, lakukan!" tulis aktor asal Amerika Serikat yang juga merupakan duta khusus UNESCO Forest Steven Whitaker dalam akun twitternya @ForestWhitaker.

Bukan hanya petinggi negara dan tokoh populer yang menyuarakan simpati dan protes atas kejadian tersebut. Sejumlah lembaga internasional juga menyuarakan hal yang sama.

"Dua minggu terlalu lama! Serukan pada pejabat Nigeria untuk melakukan segalanya demi #BringBackOurGirls," seru kelompok HAM, Amnesty International lewat akunnya @amnesty.

Masyarakat sipil internasional pun turut menyuarakan protes dan tuntutan agar para gadis tersebut segera dikembalikan.

"Mereka tidak bisa menjual manusia! Para gadis bukanlah properti! Bawa mereka Pulang! #BringBackOurGirls" tulis @AnnaOlynick.

Diketahui bahwa sebanyak 276 gadis di sebuah sekolah di Nigeria pada 14 April lalu. 53 di antaranya berhasil melarikan diri, namun 223 gadis lainnya masih belum diketahui nasibnya hingga saat ini.

Dalam perkembangan terbaru, pemimpin tertinggi Boko Haram yakni Abubakar Shekau dalam sebuah video yang dirilis Senin (5/5) mengaku untuk pertama kalinya mengaku bahwa pihaknya bertanggungjawab atas penculikan tersebut dan menjual serta menjadikan mereka sebagai budak.

Mereka menilai bahwa pendidikan ala barat merupakan suatu dosa. Sehingga mereka menyerukan agar pendidikan tersebut dihentikan dan menyebut bahwa para gadis sebaiknya menikah. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya