Berita

net

Dunia

Boko Haram Bawa Nama Tuhan Klaim Penculikan Ratusan Gadis

SELASA, 06 MEI 2014 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin kelompok ekstrimis Islam Nigeria Boko Haram yakni Abubakar Shekau untuk pertama kalinya mengaku bahwa pihaknya bertanggungjawab atas penculikan ratusan gadis di sebuah sekolah tiga pekan lalu.

Pengakuannya tersebut disampaikan dalam sebuah tayangan video yang diterima media-media Nigeria, Senin (5/5).

Dalam video berdurasi 57 menit tersebut, seperti dikutip New York Times, Shekau mengklaim bahwa tindakan kelompoknya yang menculik dan memperbudak ratusan gadis belasan tahun tersebut dilakukan atas nama Tuhan.


"Saya menculik anak gadis anda. Saya akan menjualnya di pasar demi Allah," kata Shekau dalam bahasa Hausa dan Arab.

Ia menyebut bahwa pendidikan ala barat adalah dosa dan menyerukan agar hal tersebut harus diakhiri.

"Gadis-gadis, anda harus pergi dan menikah," lanjutnya.

Diketahui bahwa pasukan Boko Haram menculik sekitar 276 gadis di sebuah sekolah di Nigeria pada 14 April lalu. 53 di antaranya berhasil melarikan diri, namun 223 gadis lainnya masih belum diketahui nasibnya hingga saat ini.

Kejadian tersebut mencoreng Nigeria sendiri dan memicu munculkan gerakan protes anti pemerintah. Pasalnya Presiden Goodluck Jonathan dinilai tidak mampu mengendalikan situasi di dalam negeri dan menyelesaikan masalah tersebut.

Selain itu, aksi penculikan massal juga memicu protes dari seluruh dunia, bukan hanya pada tingkatan pemimpin negara namun juga masyarakat sipil. Hal itu terlihat dari maraknya gerakan atau foto-foto di sosial media yang menyerukan agar para gadis tersebut dikembalikan ke keluarganya masing-masing. Gerakan tersebut kerap menyuarakan #BringBackOurGirls.

Boko Haram sendiri merupakan kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang diketahui kerap melakukan tindakan-tindakan teror. Selama lima tahun terakhir, kelompok tersebut melakukan pembantaian puluhan warga sipil di utara Nigeria yang bertujuan untuk mendestabilitasi dan menggulingkan pemerintahan Nigeria.

Bukan Hanya itu, awal tahun ini kelompok tersebut juga pernah membantai sekitar 50 remaja laki-laki di sebuah sekolah di utara Nigeria. Beberapa di antaranya bahkan dikabarakan dibantai dengan cara dibakar hidup-hidup. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya