Berita

Cawan Monas Target Pertama Pembersihan Kaercher

SENIN, 05 MEI 2014 | 16:24 WIB | LAPORAN:

Pembersihan Tugu Monumen Nasional (Monas) dimulai. Siang tadi perusahaan asal Jerman, Kaercher mendatangkan alat-alat yang dibutuhkan untuk membersihkan tugu ini. Proses pembersihan pun dilakukan secara bertahap. Area pelataran dan cawan Monas akan menjadi target pertama pembersihan.

"Hari ini kita baru pemasangan instalansi. Juga dilakukan pembersihan di cawan Monas. Tetapi tenaga ahli dari Jerman nanti hari Kamis mulai melakukan semua pembersihan tugu Monas," ujar Kepala Unit Pengelola (UP) Tugu Monas Rini Haryani di Monas, Jakarta (Senin, 5/5).

Rini katakan dalam proses ini warga boleh tetap berkunjung ke Monas karena hanya area tertentu saja yang akan ditutup oleh UP Tugu Monas. Area wisata yang masih bisa dinikmati pengunjung adalah Museum Sejarah Nasional dan Ruang Kemerdekaan.


"Kalau ditutup untuk kunjungan sih tidak ya. Tetapi ke pelataran di tutup. Warga masih bisa berkunjung ke museum maupun ruang kemerdekaan. Buka tetap dari jam 10 pagi hingga tiga sore," terangnya.

Roland Staehler, General Manager Kaercher Indonesia mengatakan mulai 6 Mei hingga lima hari ke depan, para tenaga ahli dari Indonesia akan melakukan pembersihan bagian cawan bawah. Sedangkan tahapan selanjutnya, yaitu pembersihan bagian tugu Monas akan dimulai pada tanggal 8 Mei 2014.

“Kegiatan ini dapat menguatkan sinergi para teknisi dan pihak Monas yang akan bekerjasama secara intensif selama dua pekan ke depan untuk mensukseskan program ini” ujarnya.

Dia menambahkan bila teknik pembersihan Monas akan menggunakan produk pembersih yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi seri HDS 6/14 C dari Kaercher. Roland jamin produk ini dapat membersihkan seluruh area hingga ke setiap sudut Monas bagian bawah. Setelah selesai dibersihkan, tim pembersih akan mengeringkan sisa-sisa air yang kotor dengan mesin sikat pengering BD 530 Ep.

Sementara itu untuk tugu setinggi 132 meter yang dibersihkan pada 8 Mei 2014 nanti akan menggunakan teknologi tali pengaman dari tempat pengunjung. Pada tahapan ini, pembersih yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi juga akan digunakan, dalam hal ini  seri HDS 12/18-4 S, sebuah mesin yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi yang akan keluar dari pipa semprot dalam tekanan rendah di bagian marmer tugu.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya