Berita

ilustrasi/net

YR Berjuang untuk Dapatkan Hak Pendidikan bagi Anaknya

SENIN, 05 MEI 2014 | 15:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan haknya, baik dari lingkungan maupun orang tua. Hal ini seperti dialami anak berusia 11 tahun, Joel Pupella yang dipermainkan masa depannya oleh ayahnya sendiri, Willem Pupella. Bahkan selama 7 tahun sang ayah tidak pernah ketemu.

Kisah ini berawal dari perceraian kedua orang tuanya pada tahun 2008. Diceritakan oleh sang ibu, YR, bahwa anaknya tidak mendapatkan haknya dari ayahnya, terutama dari sisi pendidikan sejak gugatan perceraian 2007.

"Saat ini saya sudah lelah untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi anak saya yang berkebutuhan khusus, maka pada saat terakhir Oktober 2013 ayahnya minta untuk pengalihan hak asuh dengan berat hati saya merelakan agar anak saya Joel Pupella dapat bersekolah," kata YR, kepada wartawan (Senin, 5/5).


Ini dilakukan, karena saat ini usia anaknya hampir 12 tahun, pada tanggal 7 mei 2014. Tetapi sang ayah membuat kesepakatan hak asuh di luar UU perlindungan anak maupun wanita (ibu). YR mencontohkan, kesepakatan itu melarang anaknya berhubungan dengan dirinya.

"Saya dilarang ketemu, papasan pun tidak boleh. Begitu juga terhadap saudara kembarnya apabila melanggar maka akan dikenakan denda 100 juta setiap kali pelanggaran," ujarnya lirih.

YR menyerahkan untuk kedua kalinya permasalahan rumah tangganya ini kepada kuasa hukumnya, ASP Law Firm. Saat ini, ia tengah mempersiapkan surat somasi karena dalam pemanggilan pertama dan ke dua untuk proses mediasi, mantan suaminya tidak hadir.

Mantan suaminya itu, ungkap YR, adalah pengusaha sekaligus pemilik dari PT Beard Papa Indonesia yang telah mempermainkan masa depan anaknya bahkan telah membunuh karakter sang anak. Ini terbukti, ketika dia menyuruh anaknya berlatih tenis, dia pun berjanji mau membiayai tetapi begitu sang anak menyukai disuruh berhenti.

"Saat ini saya sudah lelah dari 2008, 2011 dan terakhir 2013 memperjuangkan anak saya untuk mendapatkan biaya pendidikan dari ayahnya, apalagi saat ini anaknya diterima di sekolah yang bereputasi bagus," ujarnya lagi.

Tahun 2011 dirinya pernah disuruh cari sekolah, ketika dikasih list nama-nama sekolah lagi-lagi janjinya tidak ditepati. "Bulan Maret 2014 dia juga kembali menyatakan siap mengambil hak asuh lagi-lagi dia mengajukan syarat-syarat yang tidak masuk akal," tegasnya.

Kali ini YR berharap sang suami bisa menerima hak asuh anaknya tanpa ada embel-embel lain. Dirinya pun berharap hukum dan keadilan bisa didapatkan oleh dirinya untuk anak-anaknya. "Saya sudah lelah, semoga dia terbuka hatinya untuk bisa dan sungguh-sungguh mengasuh dan membiaya pendidikan buat anaknya," demikian YR. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya