Berita

ilustrasi/net

Silaturrahmi Capres pada Kyai Tak Otomatis Dongkrak Elektabilitas

SENIN, 05 MEI 2014 | 06:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kiat para calon presiden dan partai pengusung sowan atau bersilaturahim ke para kyai, tokoh dan pesantren, merupakan jurus tradisional dan gaya lama. Namun jurus dan gaya lama ini belum tentu mampu mendongkrak elektabilitas, bahkan belum otomatis menentukan kemenangan calon presiden.

Demikian disampaikan pengajar di President University yang juga penulis buku Kyai di Panggung Pemilu Presiden; Dari Kyai Khos sampai Kyai High Cost, Munawar Fuad, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/5).

Sejak dulu, kata Munawar Fuad, karakter dan tradisi politik kyai dan pesantren sangat terbuka bagi calon presiden dan partai manapun. Siapapun calon ataupun pasangan capres-cawapres yang akan datang ke pesantren dengan sendirinya akan diterima.


"Terlebih kyai-kyai di Jawa, yang lebih dikenal sebagai basis kyai dan pesantren di  Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat dan Banten, mereka sangat terbuka, fleksibel dan elastis dalam berpolitik," ungkap Munawar Fuad.

Munawar Fuad menegaskan, peranan kyai dari masa ke masa lebih kuat menjadi seorang pemimpin agama yang memiliki kekuatan legitimasi moral dan spiritual. Sementara dalam pemilihan calon presiden, kecenderungan hak pilih dan arah aspirasi  santri, alumni maupun warga sekitar pesantren lebih bersifat independen. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya