Berita

jokowi/net

Ini Alasan Aktivis 98 Pilih Jokowi Ketimbang Prabowo dan ARB

MINGGU, 04 MEI 2014 | 19:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dari tiga nama capres yang terdiri dari Prabowo, Aburizal Bakrie dan Jokowi, sementara aktivis 1998 lebih condong untuk memilih Jokowi. Selain nampak berpihak pada masyarakat, hal yang lebih penting Jokowi tak punya keitan atau hubungan dengan rezim otoriter Orde Baru.

"Jokowi juga dia tidak ada kaitannya dengan tragedi 1998," kata salah seorang aktivis 1998, Komeng, di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat (Minggu, 4/5).

Di tempat yang sama, aktivis 1998 lain, Kasino menegaskan kriteria calon Cawapres yang baik untuk Indonesia. Ia mengatakan, calon Cawapres yang baik untuk Indonesia adalah seorang yang memiliki intergritas, punya kompetensi, terbebas dari KKN, dan punya jaringan internasional.

"Dan yang terpenting itu, bisa menangani masalah ekonomi. lebih baik lagi, jika orang itu mengerti masalah ekonomi Indonesia," katanya.

Tak berbeda hal dengan Kasino, Topan mengatakan, jika pihaknya ingin mencari sosok Wakil Presiden yang bisa mengatur sistem ekonomi Indonesia sesuai UUD 45.

"Kita selama 43 tahun melanjutkan sistem Orde Baru dimana orang kaya itu-itu aja. Jadi kita mencari orang yang bisa mengatur sistem ekonomi. Kita jangan lagi bergerak ke neo-liberalisme," ucapnya.

Topan pun menegaskan dirinya akan berada di barisan paling depan, seandainya Prabowo atau Ical menjadi Presiden. Ia pun siap menggerakan kawan-kawannya untuk turun kembali ke jalanan karena kedua orang ini melanggar lingkungan dan hak asasi manusia (HAM).

"Kejahatan lingkungan di Sidoarjo harus dipertanggung jawabkan oleh Ical. Kejahatan HAM oleh Prabowo juga harus dipertanggungjawabkan," demikian Topan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya