Berita

Prabowo-Dahlan/net

Politik

Prabowo Subianto Disarankan Gandeng Dahlan Iskan

MINGGU, 04 MEI 2014 | 11:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Demokrat dan Partai Gerindra disarankan sebaiknya menyatu dan membangun koalisi yang konstruktif dan permanen pada Pilpres 9 Juli 2014.

"Koalisi permanen Partai Demokrat dan Gerindra ini, akan semakin kuat bila Prabowo menggandeng cawapres dari Partai Demokrat," kata Ketua Forum Keluar Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) 1966 Bambang Heryanto dalam rilisnya, Minggu (4/5).

Peluang koalisi ini, menurut Bambang, sangat terbuka lebar bila melihat raihan suara Demokrat yang tak memenuhi target, lantaran hanya meraih suara sekitar 9 persen pada Pileg 9 April lalu.


"Dengan kondisi ini wajar saja bila Demokrat tak bisa ajukan capres, dan hanya bisa ajukan cawapres," imbuhnya.

Lanjut Bambang, bila benar konvensi capres Demokrat berubah menjadi konvensi cawapres, maka peserta konvensi Demokrat yang memilki popularitas tinggi seperti Dahlan Iskan sangat layak menenjadi cawapres mendampingi Prabowo.

Kemampuan SBY menjalankan sistem presidensial dengan koalisi beberapa partai sudah terbukti selama dua periode. "Ini juga akan memperkuat koalisi permanen yang akan dibangun serta akan menjadi magnet bagi partai-partai menengah dan bisa menjaga kontinuitas program pemerintah sebelumnya," ungkapnya.

Bambang juga menyarankan para pemimpin agar tidak membuat arus spekulasi politik terus berjalan. Oleh karena itu komunikasi politik harusnya dibuka lebih cepat agar masyarakat bisa mencermatai visi dan program pasangan capres-cawapres.

"Kondisi yang ada saat ini, rakyat lebih dibawa pada arus pembentukan koalisi capres dan cawapres. Tanpa waktu yang cukup untuk melihat visi dan program pasangan capres," demikian Bambang. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya