Berita

ilustrasi/net

Diduga Ada Pelanggaran, KPU Maluku Utara Ditantang Buka Data Formulir C-1

SABTU, 03 MEI 2014 | 21:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dugaan pelanggaran dan penyelewengan pemilu hampir merata di seluruh di Indonesia. Kali ini, dugaan pelanggaran dan penyelewengan terjadi secara massif di Maluku Utara.

Menurut calon anggota DPD dari Maluku Utara, Revli, setelah pemilu, penyelewengan dilakukan oleh pihak penyelenggara, dan sepertinya menjadi hal yang lumrah di semua titik. Penyeleweangan ini berupa pergeseran suara dari tingkat TPS ke PPS dan ke PPK serta KPUD kabupaten.

"Bahkan hasil pleno berbeda dengan rekap yang diberikan ini menjadi pemandangan yang biasa," kata Revli beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).

Bahkan berdasarkan scan data hasil penyelenggaraan pemilu di www.kpu.go.id, penghitungan suara dari kabupaten/kota di seluruh provinsi Maluku Utara masih 0 persen.

"Apakah ini masalah SDM atau ada unsur kesengajaan? Ini patut diselidiki," tegas Revli.

Apalagi kata Revli, pada suara-suara DPD RI yang keterbatasan saksi potensi pelanggaran oleh pihak penyelenggara sangat besar. Bahkan sempat beredar di kalangan masyarakat bahwa calon anggota DPD RI tergantung kehandalan mereka bermain "sulap".

"Artinya bagaimana mereka bisa menyulap, ketika tidak dapat suara di TPS, menjadi dapat kursi di senayan," ujarnya.

Revli pun meminta kepada KPU dan Bawaslu provinsi Maluku Utara untuk membongkar penyelewengan pemilu ini dengan membuka form C 1 di seluruh kabupaten/kota. Bagi Revli sendiri ini bukan permasalahan menang atau kalah, namun suara-suara memang harus dikembalikan kepada yang berhak.

"Pihak kepolisian juga juga harus mengambil langkah-langkah, untuk mempidanakan oknum-oknum penyelenggara pemilu yang secara terang-terangan melakukan praktik manipulasi suara," demikian Revli. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya