Berita

ilustrasi/net

Semua Capres Penipu Bila Membiarkan Kebobrokan Pemilu

SABTU, 03 MEI 2014 | 09:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jokowi, Prabowo, Aburizal Bakrie, atau siapapun yang mau maju menjadi capres boleh saja bicara tentang agenda perubahan menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera dan beradab. Namun, jika di saat yang sama mereka diam dan membiarkan sejumlah kebiadaban politik terjadi di depan mata, maka sama saja dengan SBY.

"Mereka hanyalah gerombolan para pembual dan penipu yang tak ada bedanya dengan Presiden SBY yang telah menipu kita selama 10 tahun, yang mewariskan kepada kita tulang belulang, kerusakan moral dan kekacauan bernegara," kata Koordinator Petisi 28,  Haris Rusly, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).

Menurut Haris, tak ada yang dapat membantah bila penyelenggaran Pileg 2014 penuh dengan faktakejahatan, kebiadaban dan kebrutalan. Praktik money politic dilakukan terang-terangan, sementara tingkat rakyat tersebar kantong-kantong pengepul suara dengan brokernya untuk dijual ke caleg yang haus kursi DPR.


Sedangkan penyelenggara pemilu, dari KPU tingkat PPS, lanjut Haris, berubah mejadi mafia suara dan lembaga tender aspirasi rakyat. Di saat yang sama, Bawaslu dan Panwaslu menyalahgunakan fungsi pengawasan untuk memeras Caleg yang terlibat kecurangan dan money politic.

"Dan mereka para Capres tak peduli dengan kejahatan dan kebiadaban pemilu, mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi untuk mendapatkan tiket menjadi Capres," demikian Haris. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya