Berita

Sri Mulyani/net

Politik

Sri Mulyani Dinilai Berhasil Jadikan Pengadilan sebagai Panggung Politik

JUMAT, 02 MEI 2014 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, hari ini (Jumat, 2/5), terlihat cukup percaya diri.

Dalam sidang kali ini, upaya Sri Mulyani untuk lari dari tanggung jawab dinilai oleh sementara pihak cukup berhasil. Sri Mulyani misalnya mengatakan bahwa tanggung jawab soal perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Century ada di pihak BI. Sri Mulyani juga mengatakan "proposal" Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik datang dari BI. Sri Mulyani nampak mau mengatakan bahwa tanggung jawab ada di pihak BI, bukan di KSSK.

Namun bila kembali ke notulen rapat KSSK pada 21 November 2008, Sri Mulyani memiliki peranan yang sangat besar. Keputusan status Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik diambil dalam rapat tertutup di ruang kerja Sri Mulyani yang dihadiri hanya oleh Sri Mulyani sebagai Ketua KSSK dan Boediono sebagai anggota. Di dalam rapat itulah, diputuskan pengucuran dana talangan untuk Bank Century menyusul status baru yang diberikan, seperti usul Boediono: bank gagal yang berdampak sistemik.


Di luar pengadilan, dan di luar konteks hukum, ada informasi, sementara orang memantau persidangan Sri Mulyani ini sebagai panggung politik. Dalam panggung politik ini, Sri Mulyani dinilai tampil cukup sempurna untuk mempresentasikan bahwa ia memang tidak terkait dengan skandal Century. Bagi orang-orang ini, persidangan Sri Mulyani menjadi ajang untuk menawarkan Sri Mulyani sebagai sosok yang layak bertarung dalam Pilpres 2014.

Sudah lama, pendukung Sri Mulyani  mengintip-intip kesempatan dan peluang untuk dapat menguasai salah satu kursi terhormat di republik ini. Dan 2014 dinilai sebagai momentum yang tepat. Mereka begerak ke segala arah untuk bisa menduetkan Sri Mulyani dengan capres yang muncul. Dan saat ini, mereka melihat peluang itu ada di pihak Jokowi. Mereka mau menduetkan Sri Mulyani dengan Jokowi.

Gerakan untuk memasangkan Sri Mulyani dengan Jokowi ini dimotori oleh dua kelompok. Kelompok pertama, adalah kelompok ideologis, yang dalam hal ini kelompok liberal. Sudah menjadi mafhum, Sri Mulyani selama ini merupakan penganut dan pelaksana paham liberal yang fanatik dan fundamentalis. Sri Mulyani berkeyakinan sistem liberal atau pasar bebas sangat baik untuk rakyat karena bisa membebaskan warga negara dari cengkaraman monopoli-monopoli yang bisa menghisap atas nama nasionalisme.

Kelompok kedua yang mau menduetkan Sri Mulyani dengan Jokowi adalah kelompok pragmatis. Kelompok ini melihat jarak elektoral Jokowi dan Prabowo yang semakin menipis. Maka untuk meningkatkan elektoral Jokowi, mereka menilai bisa dipenuhi oleh Sri Mulyani, yang apalagi bisa disokong oleh asing. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya