ilustrasi
ilustrasi
Peneliti dari the Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan pengembangan dalam rancangan empat tahun untuk membangun sebuah stimulator canggih untuk memahami otak manusia dan melakukan implan yang dapat membantu mengembalikan memori seseorang yang hilang akibat penyakit ataupun trauma pasca perang.
DARPA menyebut bahwa pengemabangan tersebut dapat membantu banyak orang, seperti lima juta orang AS yang mengidap penyakit lupa atau Alzheimer serta membantu hampir 300 ribu militer AS yang mengalami cedera otak tarumatis pasca bertugas di Irak dan Afganistan.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
UPDATE
Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14
Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00
Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56