Berita

ilustrasi

Dunia

Peneliti Militer AS Kembangkan Implan Otak untuk Pulihkan Ingatan

JUMAT, 02 MEI 2014 | 12:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Diam-diam peneliti militer Amerika Serikat (AS) ternyata tengah melakukan pengembangan program untuk dapat melakukan implan otak demi mengembalikan ingatan atau memori seorang.

Peneliti dari the Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan pengembangan dalam rancangan empat tahun untuk membangun sebuah stimulator canggih untuk memahami otak manusia dan melakukan implan yang dapat membantu mengembalikan memori seseorang yang hilang akibat penyakit ataupun trauma pasca perang.

DARPA menyebut bahwa pengemabangan tersebut dapat membantu banyak orang, seperti lima juta orang AS yang mengidap penyakit lupa atau Alzheimer serta membantu hampir 300 ribu militer AS yang mengalami cedera otak tarumatis pasca bertugas di Irak dan Afganistan.


"Bila anda terluka karena tanggung jawab dan anda tidak dapat mengingat keluarga anda, kami akan dapat mengembalikan fungsi tersebut," kata manajer program DARPA Justin Sanchez dalam konferensi pers yang digelar oleh Pusat Kesehatan Otak di University of Texas seperti dilansir AFP (Kamis, 1/4).

"Kami pikir kami dapat membangun perangkat neuroprosthetic yang dapat secara langsung mengembalikan tipe pertama memori yang kita lihat dan memori deklaratif," lanjutnya.

Memori deklaratif yang dimaksud merupakan ingatan seseorang atas peristiwa, fakta dan angka.

Dalam situs resminya, DARPA menyebut bahwa pembangunan program itu dilakukan demi ilmu pengetahuan. Lembaga itu juga secara berkala membahas masalah etika, hukum, dan sosial terkait pengembangan tersebut. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya