Berita

ilustrasi/net

Pimpinan Partai Tak Perlu Munafik, Dukung Capres Tentu Mau Masuk Pemerintahan!

JUMAT, 02 MEI 2014 | 06:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini sering terdengar pimpinan parpol mengatakan tidak akan melakukan politik dagang sapi atau menyatakan tidak akan mengajukan syarat apapun atas dukungan yang diberikan oleh partainya kepada seorang capres. Tentu saja, perkataan ini bukan saja tidak masuk akal, tetapi juga mengandung dusta.

"Sebab, tidaklah dibentuk partai politik, kecuali bertujuan untuk memperjuangkan cita-cita dan kepentingan politik parpol bersangkutan," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 2/5).

Partai politik, ungkap Said, punya kewajiban untuk untuk menyalurkan aspirasi dan partisipasi politik para anggotanya dalam penyelenggaraan kegiatan politik, pemerintahan, serta untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.Kongkretnya, dukungan parpol kepada capres haruslah dilandasi oleh spirit untuk mendudukan anggota parpol bersangkutan dalam kabinet yang kelak dibentuk oleh capres terpilih.


Dengan mendudukan anggotanya yang kapabel pada suatu pos kementerian, lanjut Said, maka visi, misi, dan program parpol akan dapat diimplementasikan untuk kesejahteraan rakyat. Disitulah sesungguhnya esensi dari dukungan parpol kepada capres. Hal tersebut sangat logis, sebab itulah salah satu fungsi partai politik dalam praktik ketatanegaraan.

"Jadi pimpinan parpol tidak perlu munafik. Tidak pula harus malu mengakui bahwa dukungan yang diberikan kepada capres adalah untuk ikut serta dalam pemerintahan baru nanti," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya