ilustrasi
ilustrasi
Pasalnya, kelompok hak asasi manusia setempat yakni Borno-Yobe People's Forum menyebut adanya dugaan bahwa lebih dari 200 gadis yang diculik tersebut dijual kepada pejuang Boko Haram dengan harga sekitar 12 dolar AS.
Salah seorang dari kelompok HAM itu, Halite Aliyu menyebut dugaan tersebut muncul setelah pihaknya menerima laporan mengenai adanya pernikahan massal yang digelar di sebuah desa di Sambisa Forest, dekat dengan perbatasan Nigeria dengan Kamerun. Wilayah tersebut juga diketahui merupakan basis persembunyian Boko Haram.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
UPDATE
Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14
Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10
Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00
Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56