Berita

edward snowden/net

Dunia

Pembocor Rahasia Intelejen AS Harapkan Perpanjangan Suaka di Rusia

KAMIS, 01 MEI 2014 | 12:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan kontraktor badan intelejen Amerika Serikat atau National Security Agency (NSA) Edward Snowden berharap statusnya sebagai pencari suaka sementara di Rusia dapat diperbaharui segera sebelum batas waktu berakhir pada akhir bulan Juni tahun ini.

Menurut keterangan dari pengacara Snowden, Jesselyn Radack sejauh ini prospek untuk memperpanjang status Snowden di Rusia tersebut nampak bagus.

"Jelas ia (Snowden) merindukan Amerika dan ingin bisa kembali ke rumah. (Namun) kita tidak melihat apakah hal itu akan dapat terjadi dalam waktu dekat ke depannya," jelas Radack seperti dilansir The Moscow Times (1/5).


Snowden diketahui melarikan diri dari Hawai pada Mei tahun 2013 lalu. Ketika itu ia bekerja sebagai kontraktor NSA bagi Hong Kong.

Ketika melarikan diri Snowden diperkirakan membawa serta 1.7 juta dokumen komputerisasi rahasia milik NSA. Sejumlah dokumen yang berisi tindakan spionase dan pemantauan yang dilakukan NSA itu kemudian dibocorkan oleh Snowden melalui sejumlah media.

Data yang dibocorkan oleh Snowden tersebut kerap menarik perhatian internasional. Pasalnya, selain mengungkapkan aksi pemantauan sambungan komunikasi telepon, sms, dan email warga sejumlah negara, Snowden juga mengungkapkan adanya spionase yang dilakukan NSA  terhadap komunikasi telepon sejumlah pemimpin negara.

Snowden sendiri telah didakwa di pengadilan Amerika Serikat tahun lalu atas tuduhan pencurian properti milik pemerintah, memiliki informasi tidak sah mengenai pertahanan nasional, serta komunikasi rahasia intelejen yang diberikan kepada pihak yang tidak berwenang.

Ia kemudian terbang ke Rusia dan sempat tinggal di zona transit netral di bandara Moscow selama selbih dari satu bulan sebelum akhirnya diberikan suaka sementara. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya