Berita

The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro

Blitz

The Amazing Spiderman 2 ‘Bunuh’ Film Indonesia

KAMIS, 01 MEI 2014 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mulai kemarin, film The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro beredar secara serentak di bioskop Indonesia. Konsekuensinya, film Indonesia yang akan beredar di tanggal serupa, seperti Guardian, bersiap akan tergilas dalam peredarannya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang. Ia menyikapi peredaran film Indonesia yang dalam sepekan mendatang hanya menyisakan satu judul saja.

Implikasinya, jika dalam tiga pekan biasanya tiga film nasional beredar, kini hanya menyisakan satu judul saja. Slot yang tersisa otomatis diberikan kepada The Amazing Spider-Man 2, yang notabene diimpor sendiri oleh jaringan bioskop 21.


Selama tiga pekan ini, tiga film nasional yang telah beredar hasilnya tidak memuaskan. “Sebentar lagi hanya satu film Indonesia beredar dan akan dibenturkan dengan The Amazing Spider-Man 2. Ini akan terjadi ‘pembunuhan’ atas film Indonesia,” ujar Firman.

‘Pembunuhan’ atas film Indonesia leluasa terjadi karena ketiadaan tata edar perfilman yang berlaku di Indonesia. Hal itu menimbulkan pertanyaan besar,
“Adakah mereka yang bertanggung jawab atas perfilman Indonesia melihat ‘pembunuhan” atas film Indonesia ini?” kata Firman.

Dia berani memastikan, karena ketiadaan tata edar yang sehat, The Amazing Spider-Man 2 dipastikan akan dimainkan di 400-700 layar. “Adakah BPI (Badan Perfilman Indonesia) dan atau Kementerian Parekraf (Pariwisata dan Perekonomian Kreatif) peduli pada fenomena berbahaya ini,” kritiknya.

Di saat bersamaan PPFI menarik delegasinya juga sejumlah film yang diproduksi anggotanya yang hendak diikutkan di Marche du Film-Festival de Cannes 2014.
 
Dasar penarikan delegasi dan film itu, menurut pemilik rumah produksi BIC Production itu, karena efektifitas rombongan yang disertakan dalam pasar film internasional itu,”Kami nilai sangat tidak efektif,” katanya berujuk pada rombongan ke Marche du Film-Festival de Cannes 2014 berjumlah 23 orang.

15 film nasional yang tidak jadi diikutkan antara lain film Cinta Tapi Beda, Soekarno, Umi Aminah (Multivision), Slank Never Dies, Test Pack You’re My Baby, Delisa (Starvision), Sang Kiai, Nina Bobo (Rapi Films), Ayat-Ayat Cinta, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Habibie & Ainun (MD), kemudian Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, dan 99 Cahaya di Langit Eropa. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya