Berita

net

Politik

LSM Internasional: Pengganti SBY Harus Lampaui Janji di Atas Kertas!

RABU, 30 APRIL 2014 | 10:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Indonesia pengganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selanjutnya harus lebih cakap dalam menangani dan menegakkan hak asasi manusia (HAM). Pasalnya selama kepemimpinan SBY, penegakkan HAM di Indonesia dinilai hanya dilakukan dengan tambal sulam atau tidak sepenuh hati.

Hal itulah yang menjadi sorotan organisasi non pemerintah atau LSM pemerhati HAM yang berbasis di Inggris, Amnesty International.

Lembaga tersebut juga menyebut bahwa jelang pergantian kepemimpimpinan presiden tahun ini, sejumlah partai serta kandidat calon presiden yang digadang-gadang akan bertarung dalam memperebutkan kursi kepresidenan masih kurang mampu mengangkat agenda penegakkan HAM.


"Ini mengecewakan bahwa selama masa kampanye calon (presiden) sejauh ini sebagian besar mengabaikan HAM. Indonesia telah memiliki jalan panjang selama dekade terakhir, namun masih ada tantangan serius yang harus diselesaikan oleh para calon (presiden)," kata Wakil Direktur Amnesty International untuk kawasan Asia Pasifik, Rupert Abbott dalam rilis di situs resminya (Selasa, 29/4).

Sebenarnya selam 10 tahun kepemimpinan SBY, jelasnya, ada sejumlah perbaikan dalam penegakkan HAM di Indonesia seperti adanya peraturan-peraturan baru terkait HAM untuk kepolisian serta reformasi hukum dalam memperkuat perlindungan saksi.

Selain itu di tataran internasional juga, Indonesia telah memainkan peran penting seperti terlibat aktif dalam pembentukan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) yang merupakan badan penegakkan standar HAM di kawasan.

Di sisi lain, jelas Abbott, sejumlah pelanggaran berat terus terjadi seperti penindasan kebebesan berekspresi serta tindak kekerasan oleh pasukan keamanan yang masih terjadi dalam sejumlah kasus. Selain itu, pada tahun 2013 Indonesia juga tercatat kembali melakukan eksekusi mati setelah empat tahun sebelumnya dihentikan.

Karena itu, pihaknya mengkritisi bahwa sekalipun Indonesia telah terlibat dalam sejumlah perjanjian internasional terkait perlindungan HAM, namun dalam praktiknya belum semua nilai-nilai HAM dimasukkan dalam hukum domestik ataupun diimplementasikan dalam bentuk kebijakan.

"Presiden Indonesia berikutnya harus bisa melampaui janji di atas kertas dan memastikan bahwa praktik sehati-hari di negara ini sesuai dengan komitmen internasional," tandasnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya