Berita

prabowo-arb/net

Gerindra dan Golkar Sama-Sama Tersandera Andi Lau

RABU, 30 APRIL 2014 | 09:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertemuan Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie digelar ketika Gerindra dan Golkar sama-sama mengalami situasi "antara dilema dan galau" alias Andi Lau. Situsi Andi Lau ini pun menyandera kedua partai ini.

Di satu sisi, Gerindra dan Golkar belum dalam posisi aman soal pencapresan karena selain suaranya di pemilu lalu kurang signifikan juga belum ada parpol-parpol lain yang memastikan berkoalisi. Di sisi lain, Prabowo dan Aburizal Bakrie sama-sama memiliki syahwat politik tinggi dan dua-duanya juga tetap berambisi jadi RI-1 tanpa ada yang mau mengalah

"Seharusnya, salah satunya harus mengalah menjadi orang nomor dua dan tentunya dari parameter penerimaan di publik, ARB harus rela turun jabatan jadi cawapres. Walau perolehan suara Gerindra dibawah Golkar di pemilu lalu, namun sosok Prabowo masih bisa diterima pasar ketimbang pemilik Lapindo Brantas tersebut," kata pengamat komunikai politik, Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 30/4).


Manurut Ari, yang juga pengajar di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, hingga jelang pengumuman hasil definitif pemilu legeslatif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 10 Mei mendatang, kondisi rancang bangun koalisi masih terbuka lebar. Dan saat ini, tiap-tiap parpol masih sibuk lihat-lihat etalase parpol lain atau window shopping, termasuk yang dilakukan Golkar dan Gerindra.

"Saya melihat kondisi Golkar saat ini seperti kesebelasan Manchester United (MU) di Liga Primer Inggris yang gagal berlaga di kasta Championship. Seharusnya kalau mau berjaya di Liga, Golkar layak mencontoh langkah MU yakni dengan mengganti manajer David Moyes. Untuk Golkar, harusnya mengevaluasi pencapresan ARB yang kurang laku di pasar," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya