Berita

gunung padang/net

Cides Akan Paparkan Hasil Temuan di Gunung Padang

RABU, 30 APRIL 2014 | 08:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Situs megalitikum Gunung Padang terus mengundang perhatian dari kalangan akademisi dan peneliti. Apalagi bila tidak ada halangan, Gunung Padang akan dipugar untuk mengamati dan meneliti bangunan purba di dalamnya.

Hari ini (Rabu, 29/4), Center for Information and Development Studies (CIDES) akan memaparkan pandangan terkait dengan situs yang ada di Cianjur, Jawa Barat itu. Dengan tema diskusi "Pemugaran Gunung Padang untuk Masa Depan Indonesia", Cides akan memaparkan secara kritis hasil temuan Gunung Padang untuk menentukan langkah-langkah konkrit ke depan dalam mengungkapkan misteri peninggalan peradaban tertua di dunia  itu.

Akan hadir dalam diskusi ini arkeolog UI Dr. Ali Akbar, ahli geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Danny Hilman Natawidjaja,  ahli arsitektur Ir. Pon Purajatniko dan ahli petrografi ITB  Dr. Andri S Subandrio. Sementara pengantar diskusi akan disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan RI, Prof. Kacung Marijan.


Beberapa waktu lalu Ketua Tim Peneliti Katastropik Purba, Dr Danny Hilman, mengatakan bahwa akumulasi hasil riset Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dilakukan dalam dua tahun terakhir ini berhasil membuktikan bahwa situs Gunung Padang  bukan hanya luarbiasa bahkan boleh dibilang "beyond imagination".

Misalnya, kata Danny, situs megalitik ini berupa struktur teras-teras yang tersusun dari batu-batu kolom basaltik andesit yang terlihat dipermukaan bukan hanya menutup bagian atas bukit seluas 50x150 m2 saja tapi menutup seluruh bukit seluas minimal 15 ha. Gunung Padang adalah monumen megah seperti Machu Pichu di Peru.

Bisa disimpulkan, Gunung Padang terbukti benar-benar mahakarya arsitektur dari peradaban tinggi kuno yang hilang atau belum dikenal saat ini. Dengan kata lain, temuan bangunan di bawah Gunung padang adalah "breakthrough" untuk dunia ilmu pengetahuan dan sekaligus akan menjadi kebanggaan nasional yang tidak ternilai. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya