Berita

ade armando/net

Politik

Akademisi: Prabowo Subianto Potensial Berlaku Fasis

SELASA, 29 APRIL 2014 | 15:53 WIB | LAPORAN:

Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerndra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dianggap berbau fasisme. Bahkan, sekelompok orang khawatir kalau Prabowo jadi presiden, maka Indonesia berubah jadi negara fasis.

Kecenderungan ini muncul setelah dalam manifesto tersebut disebutkan bahwa pemerintah dan negara wajib mengatur kebebasan dalam menjalankan agama atau kepercayaan.

"Andaikan Prabowo terpilih menjadi presiden dalam pemilu 2014, kami khawatir bahwa apa yang jadi manifesto Gerindra akan diwujudkan dalam kehidupan nyata," ujar akademisi dari Universitas Indonesia, Ade Armando, dalam keterangan persnya "Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas", Selasa (29/4).


Ade juga menilai, manifesto Partai Gerindra bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beragama karena isinya menyebutkan bahwa negara dituntut untuk menjamin kemurnian agama yang diakui dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.

"Kalimat kemurnian agama ini mengingatkan kita pada negara-negara dengan konsep konservatif tertentu. Yang kami khawatirkan misalnya kelompok-kelompok seperti Syiah dan Ahmadiyah, mereka kan dinilai tidak murni lagi," ujarnya.

Isi manifesto perjuangan Partai Gerindra yang dimaksudnya terdapat di poin ke-11 bidang agama. Bunyinya antara lain, "Setiap orang berhak atas kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama/kepercayaan. Namun, pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama."

Dan selanjutnya, "Menyadari pentingnya agama dan kerukunan antar umat beragama, Partai Gerindra bersikap senantiasa menjamin kebebasan beragama, menjaga kemurnian ajaran agama, dan membina kerukunan antarumat beragama." [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya