Berita

ilustrasi/net

SKANDAL PAJAK BCA

KPK Diminta Segera Periksa Presiden Direktur dan Pemilik BCA

SELASA, 29 APRIL 2014 | 14:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kasus yang melilit mantan Ketua BPK Hadi Purnomo menjadi bukti nyata bahwa hukum yang ditegakkan sangat tebang pilih. Ketua BPK terbukti telah menyalahgunakan wewenang dan terbukti menerima suap dalam kasus pajak bank BCA.

"Jika Ketua BPK telah menyalahgunakan wewenang dan menerima suap, lalu siapa yang Pemberi suapnya?" kata Koordinator Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, dalam aksi bersama puluhan mahasiswa di Kantor BCA Pusat Jalan MH. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat (Selasa, 29/4).

Karena itu, Haris mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa dan menangkap Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Tjahja Setia Atmadja dan pemilik PT BCA Antoni Salim.


"Kami meminta Presiden SBY segera memerintahkan penegak hukum untuk menangkap Antoni Salim dan menangkap Tjahja Setia Atmadja secepatnya," ungkap Haris.

 Selain itu, kata Haris, diduga Bank BCA merupakan bank jasa perjudian. Hal ini mengingat maraknya berbagai perjudian online yang menggunakan rekening BCA. Bahkan pemilik rekening bandar judi di duga kuat menggunakan nama-nama fiktif atau bisa juga di duga jangan-jangan pemilik rekening tersebut tidak ada sama sekali.

"Bisa jadi itu rekening dari dalam BCA sendiri," ungkap Haris.

Maka itu, pihaknya meminta agar Bank BCA segera dibubarkan karena tidak taat pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia dan telah diduga melakukan penipuan terhadap pajak serta sebagai penyedia fasilitas perjudian di negara.

"OJK harus melakukan investigasi terhadap transaksi rekening yang diduga milik bandar judi dan mendesak Mabes Polri bongkar praktik perjudian yang difasilitasi manajemen BCA," demikian Haris. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya