Berita

fahri hamzah/net

Politik

Fahri Hamzah: Mari Kita Baca Prabowo Apa Adanya

SELASA, 29 APRIL 2014 | 12:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kedekatan elite-elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto terbaca jelas.

Kedua partai mungkin saja membangun komunikasi politik dalam pertemuan-pertemuan tertutup, tetapi elite PKS tidak segan berkicau di media sosial menggambarkan "kemesraan" di antara mereka.

Kemarin, lewat akun @anismatta Presiden PKS Anis Matta lebih tegas menyatakan bahwa Gerindra dan PKS sudah memasuki tahap pembicaraan serius dan mendetail. Terutama soal format koalisi, bentuk pemerintahan, bagaimana cara pemenangan, bahkan sampai bagaimana jika kalah di Pilpres.


Kicauan Anis dilanjutkan oleh Wasekjen DPP PKS, Fahri Hamzah. Sama-sama di dunia twitter, pada dinihari tadi @fahrihamzah berkicau "menyanjung" capres Gerindra, Prabowo Subianto.

Dimulai dari pertanyaan refleksi apakah perlu membangun pemerintahan yang kuat, Fahri mengajak pembacanya membandingkan semua hal dari capres-capres yang ada misalnya Jokowi, Prabowo, Aburizal Bakrie dan Dahlan Iskan.

"PKS mengajak publik sekarang membaca Prabowo dan membandingkannya dengan yang lain," kata dia.

"Ajakan ini ajakan waras, jangan pakai emosi. Mari baca Prabowo apa adanya," ajaknya lagi.

Dia bilang, yang mendukung capres lain tidak perlu sakit hati. Karena kalau calon yang didukung adalah orang baik, maka dengan sendiri pasti tampak. Inilah demokrasi menurut Fahri.

"Kami juga mencoba mengenal lebih dari yang kami kenal. Tapi keluarga Prabowo memang legenda di Indonesia. Bukan hanya dia, keluarganya sangat dikenal," tambah Fahri.

"Silakan Google atau ke Wikipedia dan cari nama-nama Prabowo Subianto atau Djojohadikusumo, selamat Qiyam," tutupnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya