Berita

jis jakarta

Hukum

Polda Metro Pro Orang Asing soal Kasus JIS

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 10:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pola penanganan dan pemeriksaan kasus di Jakarta International School (JIS) yang dilakukan Polda Metro Jaya terkesan tidak adil dan sangat berpihak pada orang asing. Bahkan Polda Metro berusaha menutup-nutupi kematian Azwar, satu dari enam tersangka kasus pelecehan seksual terhadap siswa TK JIS.

Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai, sikap Polda Metro yang berusaha menutup-nutupi kematian Azwar sangat disayangkan dan menunjukkan bahwa polisi tidak profesional serta berusaha melokalisir tersangka hanya sebatas pribumi, yakni petugas kebersihan.

"Padahal, pengakuan salah satu korban sempat menyebutkan pelakunya berambut pirang. Tapi, kenapa Polda Metro belum menyentuh kepada pengakuan korban," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (27/4).


Selain itu, lanjut Neta, pihak JIS sudah jelas-jelas melanggar Pasal 71 UU Sistem Pendidikan Nasional. Lalu kenapa kepala sekolah JIS tidak ditangkap dan ditahan? Kenapa para pengurus dan guru-guru di JIS tidak diperiksa? Apakah Polda Metro takut kepada bule (orang asing) dan sangat berani dengan orang-orang pribumi?

Pola penanganan kasus JIS yang sangat diskriminiatif yang dilakukan Polda Metro bisa jadi membuat banyak pihak frustrasi, termasuk orang-orang yang disebut sebagai tersangka, salah satunya Azwar yang kemudian bunuh diri. Azawar sempat membuat pengakuan kepada pengacaranya bahwa dirinya tidak terlibat dan tidak bersalah.

"Dengan adanya kasus bunuh diri Azwar dan Polda Metro berusaha menutup-nutupinya, IPW berharap penanganan kasus JIS perlu diawasi secara ketat," ungkap Neta. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya