Berita

ilustrasi/net

Politik

Inilah Tujuh Kriteria Koalisi Pro Perubahan

MINGGU, 27 APRIL 2014 | 08:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak ada parpol bisa sendirian mengajukan capres dan cawapres, walaupun pengumuman hasil suara Pileg yang sah dari KPU belum diumumkan.

Yang harus diingat, koalisi parpol tidak cuma untuk memenuhi syarat memajukan capres dan cawapres plus bagi-bagi kursi, tapi lebih substansial bagaimana melahirkan pemimpin yang membawa Indonesia ke arah lebih baik.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik Moestopo (LKPM), Didik Triana Hadi, menyatakan, parpol mesti bisa membangun koalisi yang berdasarkan visi kebangsaan dan kepentingan utama rakyat. LKPM mengajukan tujuh kriteria koalisi partai yang pro perubahan.


Pertama, koalisi yang berorientasi pada semangat kebangsaan dan kerakyatan, bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan.

Kedua, koalisi yang berkomitmen dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Ketiga, koalisi yang berani menerapkan pasal 33 UUD 1945 untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Empat, koalisi yang berani menempatkan para profesional pada kabinetnya, profesional yang siap bekerja untuk kepentingan negara dan punya rekam jejak bersih," ujar Didik dalam siaran persnya, Sabtu (26/4).

Kelima, koalisi yang berani melawan kepentingan asing yang merugikan negara, berani menentang dominasi multinational corporation, organisasi internasional dan me-renegoisasi kontrak perusahaan-perusahaan asing  untuk kepentingan nasional.

Keenam, koalisi yang mampu membentuk tim kerja kuat di kabinet dan parlemen. Dan terakhir, koalisi yang berkomitmen menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Tujuh kriteria tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menilai koalisi yang sedang dibangun sekarang, dan jadi masukan terhadap parpol," tandas Didik. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya