Berita

dahlan iskan/net

KONVENSI DEMOKRAT

Konstelasi Politik Pasti Berubah Bila Dahlan Iskan Jadi Capres Demokrat

SABTU, 26 APRIL 2014 | 10:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski perolehan suara dalam pemilihan legislatif lalu sekitar 10 persen, namun bisa jadi Demokrat, dalam hal ini SBY, menjadi penentu pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 9 April mendatang.

"SBY masih memegang kartu truf dalam Pilpres," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 26/4).

Hendri menjelaskan lebih rinci, selama 10 tahun terakhir ini partai-partai Islam sudah merasakan nyaman berkoalisi dengan Demokrat. Bila terjadi kemacetan koalisi di antara partai menengah, bisa jadi mereka merapat ke Demokrat lagi.


"Tinggal nanti apakah capresnya hasil pemenang Konvensi atau capresnya dari koalisi Islam yang dipasangkan dengan cawapres Demokrat hasil Konvensi," ungkap Hendri.

Itu hal pertama mengapa SBY bisa menjadi penentu. Hal lain, laut Hendri, pemilihan legislatif berbeda dengan pemilihan presiden. Dari sisi ini, maka semua orang akan menunggu capres yang keluar dari Demokrat.

"Bagaimanapun SBY masih punya pengaruh, dan siapapun nanti pemenang Konvensi, maka publik akan melihat itu sebagai pilihan SBY," jelas Hendri.

Terkait dengan elektabilitas tertinggi yang masih dipegang peserta Konvensi Demokrat, Dahlan Iskan, Hendri mengatakan, bila memang Demokrat mengusung Dahlan sebagai capres dalam koalisi yang bisa dikatakan sebagai koalisi poros tengah itu, maka konstelasi politik Indonesia pasti berubah.

Dahlan yang dikenal sebagai pekerja keras, akan mengubah konstelasi dan potensi Demokrat untuk menjadi pemenang pun terbuka.

"Dahlan cukup mencuat beberapa tahun terakhir ini. Dahlan akan bisa mengimbangi figur kerakyatan, kesederhaan dan blusukan Jokowi," demikian Hendri. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya