Berita

amien rais/net

Rakyat Indonesia Berhutang Budi atas Demokrasi yang Diperjuangkan Amien Rais

SABTU, 26 APRIL 2014 | 09:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Diakui atau tidak, ratusan juta rakyat Indonesia berhutang budi atas demokrasi dan kebebasan pers, kebebasan berserikat, kebebasan berkumpul, kebebasan menyatakan pendapat, otonomi daerah, persamaan kesempatan dan semua manfaat Reformasi yang diberikan Allah SWT melalui keberanian dan kepemimpinan Amien Rais dalam mendobrak sistem kenegaraan yang otoriter.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo. Pernyataan Dradjad ini terkait dengan ulang tahun Amien Rais, yang tepat jatuh pada hari ini, 26 April. Amien Rais, yang pikiran dan gagasannya mengguncang Indonesia sejak awal 1990-an, dilahirkan pada 26 April 1944 di Solo

"Semoga beliau selalu dijaga dan dirahmati Allah SWT dalam semua hal," kata Dradjad kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 26/4).


Terkait dengan sementara pihak yang mencibir langkah Amien Rais di dunia politik dan menyebut masanya sudah habis, Dradjad memastikan bahwa pihak-pihak tersebut tidak memahami mantan Ketua Umum PAN dan juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu. Sebab sejatinya, sejak kalah dalam Pilpres 2014, Amien Rais sudah tidak ingin menjadi pemain utama lagi. Dan sejak saat itu, Amien Rais pun langsung menyiapkan kader-kader kepemimpinan baru, baik melalui Muhammadiyah maupun yang utama melalui PAN.

"Ada kader yang lolos ujian beliau, ada juga yang tidak lolos. Alhamdulillah hasilnya, PAN terus memunculkan kader-kader pemimpin baru yang cukup disegani kualitasnya, baik di eksekutif maupun legislatif," kata Dradjad.

Bahkan, sambung Dradjad, Amien Rais sering kali menyarankan kepadapemimpin seusianya untuk tidak lagi maju sebagai pemain utama, tapi lebih sebagai guru, bapak dan kakak.

"Berkali-kali beliau mengatakan ke saya sejak 2004, periode saya sudah lewat Mas Dradjad, sekarang periode yang lebih muda-muda. Bahwa sesekali beliau tampil dan turun gunung, ya itu karena beliau masih menjadi magnet berita dan penuh gagasan. Meski begitu, saya mendoakan mereka yang suka mencibir beliau dengan doa yg baik," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya