Berita

PDIP Sambut Positif Ajakan Komunikasi SBY dengan Beberapa Catatan

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 21:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan menanggapi positif upaya membangun komunikasi antar pimpinan partai dalam spirit memperkuat gotong royong nasional dan membangun dialog untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia. Pun demikian, PDI Perjuangan merespons positif ajakan SBY untuk berkomunikasi dengan Megawati.

"Komunikasi antar PDI Perjuangan dan Partai Demokrat selama ini di DPR-RI juga berjalan baik dalam situasi yang saling menghormati posisi politik masing-masing dimana PD berada di dalam pemerintahan dan PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan," Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Jumat, 25/4).

Hasto pun memberi contoh, dalam beberapa agenda strategis untuk kepentingan bangsa dan negara, dialog yang sudah terjalin antara PDIP dan Demokrat sangat konstruktif. Misalnya terkait dengan bagaimana memperkuat postur TNI ke depan agar menjadi kekuatan pertahanan yang efektif di dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

"Karena itulah dalam penetapan Panglima TNI misalnya, PDI Perjuangan selalu menghormati hak prerogatif Presiden di dalam mengusulkan Panglima TNI. Dengan demikian tidak ada persoalan terkait dengan komunikasi ke dua partai," tegas Hasto.

Namun, Hasto menekankan, sekiranya komunikasi itu dimaksudkan untuk kerjasama terkait dengan pencalonan presiden dan wapres, tentu saja PDI Perjuangan menghormati proses konvensi capres yang dilakukan Partai Demokrat. Dan hingga saat ini konvensi capres tersebut belum selesai.

"Tentu saja sangat bijak ketika komunikasi terkait dengan pilpres tersebut berlangsung setelah konvensi dinyatakan selesai sehingga PDI Perjuangan memahami posisi politik PD," ungkap Hasto, sambil mengatakan, saat ini PDI Perjuangan terus mengikuti dan mengawasi proses rekapitulasi penghitungan suara yang nantinya dijadikan basis di dalam memenuhi ketentuan UU Pemilu Presiden terkait dengan presidential treshold. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya