Berita

jokowi/net

Mengapa Cawapres Jokowi Harus Orang Sumatera

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 14:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mungkin sebagian orang sudah mengabaikan komposisi geografis dalam pertarungan Pilpres 2014. Namun faktanya, realitas politik di lapangan membuktikan bahwa komposisi untuk pasangan capres dan cawapres tetap penting, dan bahkan bisa menjadi salah satu faktor kemenangan.

Maka dalam hal, siapapun capresnya, perlu juga mempertimbangkan pasangan di luar lingkarannya. Misalnya bila ia berasal dari kawasan Jawa, mau tak mau harus menggandeng tokoh yang di luar Jawa. Ini bukan sekedar isu primordialistik, nama faktanya memang untuk memimpin Indonesia harus ada kerjasama kawasan sehingga tidak ada kesan, misalnya Jawa centris.

Maka dalam hal, cukup relevan bila ada orang berharap agar Jokowi, yang dicapresakan oleh PDI Perjuangan, bisa diduetkan dengan pasangan dari, misalnya, Sumatera. Apalagi Sumatera merupakan kawasan yang dari sisi pembangunan sedang terus menggeliat, dan beberapa daerah sudah memastikan siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015.


Dengan paradgima dan pola pikir seperti ini, wajar bila Jokowi dinilai layak berpasangan dengan tokoh Sumatera. Kasus di DKI Jakarta menjadi contoh ketika Jokowi terlihat menjadi duet maut dengan ahok, yang merupakan orang Bangka Belitung. Pasangan ini ibarat gas dan rem yang seimbang, dan menarik.

Saat ini, paling tidak, ada dua nama, yang juga disebut-sebut sebagai bakal cawapres Jokowi, yang berasal dari Sumatera. Mereka adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu dan mantan Menko Perekomian Rizal Ramli. Ryamizard dikenal sebagai TNI nasionalis dan sangat dekat dengan Megawati, sementara Rizal dikenal sebagai pejuang ekomoni kerakayatan dan sangat memahami ajaran Bung Karno.

Sekarang, keputusan ada di tangan Megawati dan Jokowi. Apakah akhirnya akan melihat variabel geografis ini atau tidak. Namum yang jelas, komposisi ini penting, bukan saja dalam meraih kemenangan secara sempurna, melainkan juga karena terkait dengan komitmen Indonesia Raya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya