Berita

kang jalal/net

Kang Jalal Akan Menjawab Tuduhan Jokowi Syiah

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 11:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada banyak isu yang menerpa semua calon presiden. Isu itu pun begitu mudah menyebar di tengah masyarakat, dan menjadi bahan perbincangan yang hangat.

Kali ini, isu itu menerpa Jokowi. Jokowi, menjelang Pilpres ini, disebutkan sebagai penganut Syiah, setelah pada Pilkada DKI lalu sempat juga dikabarkan seorang Nasrani.

Dalam lingkungan akademik dunia Islam secara umum, Syiah bukanlah persoalan. Syiah adalah satu madzhab besar dalam Islam, di antara madzhab lainya. Dalam bidang fikih misalnya, Syiah bertumpu pada padangan Imam Jafar Ash-Shadiq, yang merupakan guru Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, yang merupakan dua imam madzhab di kalangan Sunni.


Di beberapa kampus ternama, seperti di Universitas Al Azhar Mesir, pandangan ulama-ulama Syiah masuk dalam kajian akademik. Bahkan Syiah masuk dalam lembaga Majma al Taqrib Baina Madzhab al Islamiyyah, atau lembaga yang mendekatkan berbagai madzhab dalam Islam.

Namun di Indonesia, persoalan Syiah memang menjadi masalah penting dan kontroversial. Meski beberapa tokoh muslim ternama memastikan Syiah adalah madzhab resmi dalam Islam, namun ada beberapa kelompok Islam di Indonesia yang memasukkan Syiah dalam kategori ajaran sesat.

Karena itulah, di Indonesia, isu Syiah jelas menyudutkan Jokowi dan menebar kebencian pada Jokowi. Terkait dengan hal ini, Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait (Ijabi), KH Jalaluddin Rakhmat, pun akan menggelar jumpa pers, dan memastikan bahwa Jokowi bukanlah Syiah. Jumpa pers ini akan digelar siang ini.

Boleh dikatakan, KH Jalaluddin Rakhmat adalah tokoh Syiah berpengaruh di Indonesia. Kang Jalal, begitu ia disapa, adalah cendekiawan muslim Indonesia yang sering diundang dalam forum-forum internasional, terutama terkait dengan dialog pendekatan antar madzhab dan persatuan Islam.

Kang Jalal, yang menguasai ragam ilmu seperi filsafat, psikologi dan sosiologi, kini dipastikan menjadi anggota DPR dari PDI Perjuangan hasil Pemilu 2014.

Menurut Koordinator Oase, yang juga lembaga Syiah di Indonesia, Emilia Renita AZ, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 25/4), penggunaan isu SARA dalam Pilpres adalah tidak etis dan kekanak-kanakan. Dan apalagi juga, Jokowi bukan Syiah, dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan Syiah. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya