Berita

ilustrasi/net

SKANDAL JIS

Polisi Harus Periksa Semua Ekspatriat yang Bekerja di Indonesia

JUMAT, 25 APRIL 2014 | 11:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah, terutama polisi, harus lebih selektif terhadap ekspatriat yang bekerja dengan anak di Indonesia. Sebab kasus di Jakarta International School (JIS) menjadi contoh ada guru asing yang terlibat kejahatan seksual fedopilia buronan FBI bekerja 10 tahun di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Satgas Perlindungan Anak, M. Ihsan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 25/4).

Menurut Ihsan, lembaga pendidikan, lembaga sosial, kesehatan dan bencana merupakan pintu masuk paling mudah dengan bendera kemanusiaan dan keinginan untuk membantu masyarakat dan anak Indonesia.


Karena itu, pemerintah dan polisi harus mengevaluasi dan memeriksa semua ekspatriat yang bekerja di Indonesia bahwa mereka bebas dari perilaku dan tindakan yang dapat membahayakan masyarakat, khususnya anak Indonesia. Masyarakat juga harus ikut mengawasi dan melaporkan pada pemerintah atau polisi bila ada WNA yang bekerja dengan anak, tapi tidak memiliki izin dari pemerintah.

"Selamatkan anak Indonesia dari kejahatan seksual internasional yang berkeliaran di sekitar kita, yang sering menggunakan modus bantuan kemanusiaan dan pendampingan anak, sehingga orang tua dan masyarakat tidak curiga," demikian Ihsan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya