Berita

ratu atut chosiyah/net

Hukum

Ratu Atut Akui Bertemu Akil Mochtar di Singapura

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 18:35 WIB | LAPORAN:

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengakui pernah bertemu dengan Akil Mochtar di Singapura. Tapi, dia membantah meminta bantuan Akil untuk penanganan sengketa tiga pilkada yang kala itu tengah berlangsung di Provinsi Banten.

"Saya menyampaikan ada penyelenggaraan pilkada di Lebak, Serang, Tangerang dan saat itu saya belum mengetahui ada gugatan apa belum," kata Atut bersaksi untuk terdakwa Susi Tur Andayani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/4).

Menurut Atut, dia bertemu dengan Akil saat sedang mengantre di counter Imigrasi Bandara.


"Saya menanyakan secara umum terkait aturan. Saya sampaikan di Banten dilaksanakan Pemilukada di tiga daerah," terang dia saat ditanya kembali oleh ketua majelis hakim, Gosen Butar-butar.

Dalam kesempatan ini, Atut juga mengakui jika dia dan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan pernah bertemu dengan Akil Mochtar di hotel JW Marriot. Tapi, lagi-lagi ditekankan wanita berhijab itu saat pertemuan tak ada perbincangan mengenai Pilkada.

"Waktu itu Wawan datang duluan. Saya datang terlambat. Tapi disana tak ada pembicaraan mengenai Pilkada. Hanya basa-basi sebentar saja," terang dia.

Jaksa KPK memegang transkip rekaman percakapan antara Atut dan adiknya Wawan. Percakapan itu antara lain tentang adanya pemberitahuan mengenai uang Rp1 miliar yang diminta Akil Mochtar melalui advokat Susi untuk sengketa pilkada Lebak yang diikuti oleh Amir Hamzah-Kasmin.

Saat dikonfirmasi ke Atut, dia menampiknya. Memang, kata Atut, waktu di Singapura dia sempat menelpon adiknya. Tapi, untuk datang karena ingin konsultasi soal hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.

Saat ditanya maksud kata-kata "sok atuh" dalam percakapan itu maksudnya persetujuan untuk mengeluarkan uang Rp1 miliar, Atut membantahnya.

"Sok atuh di sunda itu yasudah. Jadi bukan berarti saya setuju permintaan uang. Yang ada di pikiran saya ya sudah saya tunggu kamu disini (Di Singapura, red)‎ bukan penyetujuan uang," terang dia.

Dalam dakwaan dipaparkan Atut menjanjikan uang ke Akil sebagai imbalan untuk meloloskan permohonan keberatan yang diajukan pasangan Amir Hamzah-Kasmin terkait Pilkada Lebak. Permintaan ini disampaikan Atut di JW Marriot Singapura pada 22 September 2013.[wid]


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya