Berita

bbc

Dunia

Turki Minta Maaf Pada Armenia Soal Pembunuhan Perang Dunia I

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan belasungkawa atas peristiwa pembunuhan massal warga Armenia di bawah pemerintahan Ottoman selam Perang Dunia I (Rabu, 23/4).

Pernyataan belasungkawa resmi itu adalah yang pertama kali dikeluarkan oleh pemimpin Turki jelang peringatan 99 tahun peristiwa deportasi massal warga Armenia tahun 1915.

Dalam pernyataan yang diterjemahkan dalam sembilan bahasa termasuk Armenia itu, Erdogan menggambarkan peristiwa Perang Dunia I sebagai bentuk rasa sakit bersama.


Ia menyebut bahwa Armenia seharusnya tidak menggunakan peristiwa 1915 sebagai alasan untuk permusuhan terhadap Turki dan meminta agar tidak mengubah masalah sejarah menjadi konflik politik.

"Setelah kejadian yang dialami memiliki konsekuensi yang tidak manusiawi seperti relokasi selama Perang Dunia Pertama. (hal tersebut) seharusnya tidak menghambat Turki dan Armenia untuk membangun rasa kasih dan sikap saling manusiawi satu sama lain," tegas Erdogan seperti dilansir BBC.

Pernyataan belasungkawa itu dikeluarkan oleh Erdogan kepada keturunan dari warga Armenia yang menjadi korban pada peristiwa tahun 1915 itu. Ia berharap bahwa korban-korban yang tewas dalam peristiwa itu tenang dan damai.

Sebelumnya Turki kerap membantah klaim Armenia atas tewasnya 1.5 juta orang dalam peristiwan tersebut. Turki berdalih bahwa banyak orang yang gugur dalam Perang Dunia I, dan etnis Turki juga mengalami penderitaan akibat konflik. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya