Berita

sby-jk/net

Jalan SBY Menuju Kemenangan Makin Mudah Bila JK Jadi Cawapres Jokowi

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 09:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Banyak yang percaya, lawan berat PDI Perjuangan dan Jokowi saat ini adalah Gerindra dan Prabowo. Namun sepertinya asumsi ini kurang tepat. Sebab sosok yang jauh lebih berpotensi menjadi lawan berat Jokowi adalah SBY.

Hingga saat ini, SBY memang terlihat masih diam. Namun sejatinya, dia sedang mundur ke belakang, untuk menyusun strategi yang matang. Bila strategi itu sudah siap, dipastikan taktik-taktik yang akan dimainkan SBY bisa mematikan lawan, atau Jokowi.

Perlu dicatat, hingga saat ini, SBY masih menguasai suprastruktur kekuasaan. Dan bila peta koalisi sudah deadlock, tak mustahil partai-partai menengah itu akan merapat dan menyemut kembali ke SBY, untuk bersama-sama melawan PDI Perjuangan dan Jokowi.


Akhirnya yang akan terjadi adalah head to head lagi antara SBY dan Megawati. Dan sampai di sini, dengan modal sosial Jokowi yang tinggi, mungkin Mega akan memukul mundur SBY.

Namun perlu diperhatikan, papan catur pertarungan saat ini bukan sekedar capres lawan capres. Peristiwa yang terjadi saat ini adalah juga pertempuran patih dengan patih, atau cawapres dan cawapres. Salah menentukan cawapres, habislah sang raja.

Disinilah mengapa posisi cawapres menjadi sangat penting, selain juga di tengah kondisi sosok Jokowi yang dinilai masih punya kelemahan. Dan di tengah kekosongan kursi cawapres Jokowi itulah, SBY sedang menghitung serta mengatur langkah-langkah yang akan diambil.

Dari sisi ini, ada yang percaya, celaka lah Megawati dan Jokowi bila mengambil JK sebagai cawapres. Dengan JK menjadi cawapres Jokowi, maka SBY jadi punya dua modal senjata untuk melawan. Senjata pertama, sebagaimana disebutkan di atas, adalah koalisi partai menengah, dan senjata kedua adalah kelemahan JK.

Lima tahun SBY bersama dengan JK. Lima tahun pula JK setia mendampingi SBY ketika Megawati mengalami kekalahan di 2004. Lima tahun, waktu yang cukup untuk mengetahui satu sama lain.

Dan dalam last beattle bagi sang Presiden, yang dinilai akan menentukan "keamanannya" di masa mendatang, mudah dan rasional bagi SBY membongkar kelemahan dan borok JK, yang satu diantaranya, sebagaimana sudah menyebar di publik, adalah sikap JK yang nepotisitik dan kolutif.  Perlu diketahui juga, JK adalah Menteri Perdadagangan yang dipecat Gus Dur karena tuduhan dua hal itu.

Karena itu, bisa dipahami, bila sampai sekarang Megawati masih hati-hati menimbang nama cawapres. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya