Berita

khofifah/net

MENCARI CAWAPRES

Khofifah: RR Dekat dengan Kelompok Muslim dan Komunitas Internasional

RABU, 23 APRIL 2014 | 14:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Balancing of power dalam sebuah pemerintahaan sangat penting untuk menjaga stabilitas. Sehingga bila pun ada tekanan dari sementara kelompok, komposisi yang seimbang ini bisa meciptakan ekuilibrium yang dinamis. Tentu saja dinamika, sebagaimana bandul yang kadang ke kiri dan ke kanan yang tidak bisa dinafikan, namun dengan balancing of power ini pemerintahan tetap stabil.

Demikian pandangan Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa. Pernyataan tokoh terpandang dan terhormat NU ini terkait dengan wacana dan informasi yang beredar bahwa capres membutuhkan elemen yang dekat dengan kelompok Islam moderat, bahkan termasuk cawapres untuk Jokowi.

Khofifah menjelaskan, sebuah negara yang memiliki banyak varian agama, budaya dan adat pasti memiliki dinamika yang tinggi sehingga balancing of power itu menjadi relatif utama dibandingkan dengan negara yang mempunyai komposisi masyarakat yang homogen. Di Indonesia, dengan penduduk umat Islam yang menjadi mayoritas maka perlu memprtimbangkan untuk tidak menafikan tokoh yang dikenal dekat dengan kelompok Islam.


"Untuk membangun keseimbangan itu, wajar bila kelompok Islam atau tokoh yang dekat dengan kelompok muslim, untuk dipertimbangkan, bukan hanya dari sisi posisi cawapres, melainkan dari sisi fungsional. Tidak hanya wapres karena memang kursi wapres cuma satu," kata Khofifah kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 23/4).

Sementara di antara tokoh yang menurut Khofifah memang pantas dipertimbangkan untuk menjadi cawapres karena dekat dengan tokoh komunitas Islam adalah Rizal Ramli, yang oleh orang NU dikenal sebagai Gus Romli. Lebih-lebih Rizal Ramli adalah tokoh yang memahami dan memperjuangkan ekonomi kerakyatan. Bukan hanya dengan umat Islam, Rizal Ramli juga punya jaringa luas di komunitas internasional.

"Beliau bisa berkomuniasi dengan berbagai elemen karena punya teman lintas elemena, dan punya banyak teman di berbagai sektor, seperti senator, pebisnis dan juga para kyai," demikian Khofifah. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya