Berita

fahri hamzah/net

Hukum

Penetapan Tersangka Hadi Purnomo Ganjil, Ada Motif Politik?

RABU, 23 APRIL 2014 | 13:48 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak dapat menjelaskan apa dasar penetapan tersangka terhadap mantan Dirjen Pajak, Hadi Purnomo (Ketua Badan Pemeriksa Keuangan), dalam kasus keberatan pajak Bank Central Asia tahun 1999.

Desakan itu menguat karena ada dugaan penetapan itu bermuatan politik.

"KPK harus menjelaskan secara terbuka dan jelas dasar-dasar dan langkah-langkahnya," tegas anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, kepada wartawan, Rabu (23/4).


Menurut dia, penetapan Hadi Purnomo sebagai tersangka dicurigai ada kaitan langsung dengan hasil audit BPK terhadap perkara bail out Bank Century dan audit kinerja KPK.

"Klarifikasi ini penting dilakukan karena KPK memiliki kewenangan yang lebih. Apabila tidak diawasi ketat, maka dapat disalahgunakan," tambah Fahri.

Terlepas dari itu, lanjut Fahri, pimpinan KPK harus memberi pertanggungjawaban kepada publik menyangkut kinerjanya sebagaimana diatur dalam UU 30/2002.

"Karenanya, tidak boleh menggunakan metode jurnalisme dalam upaya mencari kebenaran materil," jelas dia.

Saat menetapkan seseorang sebagai tersangka, KPK tidak boleh tidak tunduk kepada prosedur dalam hukum acara pidana dan prosedur hukum yang berlaku dan disahkan.

"Kalau tidak, hal ini akan membuat munculnya dugaan lain yang menjadi motif keputusan KPK," jelas Fahri. [ald]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya