Berita

ilustrasi/net

Pro-Jokowi Minta Penanggung Jawab Kerusuhan 98 Diusut Tuntas

RABU, 23 APRIL 2014 | 10:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rekomendasi pansus DPR RI untuk penculikan aktivis pro-demokrasi periode 1997-1998 sudah jelas. Karena itu harus ada tim independen yang menuntaskan kasus ini.

"Dan Presiden SBY harus segera membuat aturan hukumnya agar semua isi rekomendasi itu dapat ditindaklanjuti. Sementara presiden mendatang harus bebas pelanggaran HAM dan beban masa lalu," kata Koordinator Nasional Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 23/4).

Apa yang disampaikan Budi ini terkait dengan pernyataan Prabowo di depan para purnawirawan bahwa dia siap diklarifikasi soal peristiwa 98


Sementara itu, Kepala Divisi Hukum Projo, Sunggul Sirait, mengingatkan lagi bahwa rekomendasi Pansus itu antara lain membentuk Peradilan Ham Ad-Hoc untuk pelaku penculikan dan pemerintah mengerahkan segala daya upaya untuk mencari 13 aktivis pro demokrasi yang diculik periode 1997-1998. Sementara berdasarkan hasil investigasi, Komnas HAM menyimpulkan pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa 98.

"Rekomendasi itu dikeluarkan tanggal 30 September 2009, artinya sudah cukup waktu bagi  Pemerintahan SBY untuk melaksanakan rekomendasi DPR tersebut dengan membentuk tim independen," jelas Sunggul Sirait .

Apalagi, menurut Sunggul, pada tahun 2013 Wamen Hukum dan HAM Deny Indrayana ke Den Haag Belanda untuk berkonsultasi mengenai pembentukan pengadilan HAM menurut tata cara Hukum Internasional. Markas ICC (International Criminal Court) sendiri terdapat  di kota Den Haag Belanda.

"Projo sangat mendukung  pernyataan Frans Magniz Suseno yang menyerukan agar Indonesia tidak memilih pemimpin yang tangannya berlumuran darah," demikian Sunggul. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya